Dewan Redaksi Tabloid Obor Rakyat Mulai Diadili di PN Jakpus

Sidang tersebut dihadiri kedua orang terdakwa, yakni Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriosa.

Dewan Redaksi Tabloid Obor Rakyat Mulai Diadili di PN Jakpus
KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Dua terdakwa perkara dugaan pencemaran nama baik Joko Widodo melalui tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriosa, dalam sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016). 

 TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Biaya Pencetakan dan pengepakan Tabloid Obor Rakyat mencapai lebih dari Rp 250 juta.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana perkara pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Tabloid Obor Rakyat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (17/5/2016) sore, dengan agenda pembacaan dakwaan.

Sidang tersebut dihadiri kedua orang terdakwa, yakni Setiyardi Budiono dan Darmawan Sepriosa.

"Bahwa Obor Rakyat edisi 01 tanggal 5-11 Mei 2014 dikirim melalui Kantor Pos Area Penjualan V Jawa Barat dan nama pengirimnya adalah terdakwa I dengan biaya cetak dan biaya packing sebesar Rp 253.125.000, dan telah dibayar lunas oleh terdakwa I," ujar salah satu Jaksa Penuntut Umum, Zulkifli.

Ditemui wartawan seusai persidangan, Setiyardi mengaku, uang itu berasal dari kantong dirinya sendiri. 

"Dari saya sendirilah," kata Setiyardi.

"Saya kalau cuma uang segitu punya, kok," ujar dia.

Penerbitan tabloid itu terjadi pada April 2014.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Setiyardi menelepon Darmawan untuk menerbitkan sebuah tabloid.

Setelah satu kali pertemuan di sebuah restoran di Jakarta Selatan, disepakatilah nama tabloid itu 'Obor Rakyat'.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved