Ini Kisah di Balik Nama Minuman Khas Solo, Gempol Pleret

Rasa gempol pleret merupakan perpaduan dari rasa gurih dan manis.

Ini Kisah di Balik Nama Minuman Khas Solo, Gempol Pleret
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI
Minuman gempol pleret yang belum diaduk (kiri) dan yang sudah diaduk. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gempol pleret merupakan minuman khas Kota Solo yang bisa dibilang sebagai kuliner langka.

Rasanya merupakan perpaduan dari rasa gurih dan manis.

Dilihat dari kuahnya, santan yang gurih dipadu dengan gula Jawa cair.

Sesuai namanya, yaitu gempol pleret, isian dari minuman itu berupa gempol yang memiliki rasa gurih, dan pleret yang rasanya manis.

Menurut penjual minuman gempol pleret di kawasan Laweyan, Solo, Jateng, Suharto, gempol dan pleret sama-sama terbuat dari tepung beras yang digiling cukup halus, namun prosesnya agak berbeda.

Untuk membuat gempol, tepung beras direndam terlebih dahulu, kemudian dikepel atau dibentuk bulat-bulat kecil lalu dikukus.

"Gempol itu diambil dari kata jempol, karena pembuatannya pakai jari-jari tangan," kata pria berusia 60 tahun itu.

Sedangkan pleret sama-sama dikukus namun kembali diproses, dibentuk dengan cara dipleret atau dipelintir, lalu diberi pemanis gula Jawa.

Bahan tambahan lainnya adalah cendol yang biasa digunakan untuk membuat dawet.

Jika ingin mendapatkan sensasi dingin, bisa ditambah es batu. (*)

Penulis: Bayu Ardi Isnanto
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved