Ungkap Kisah Kemanusiaan, Buku Memoar Sularso Sopater Bakal Diluncurkan di Yogyakarta

Menadai peluncuran buku tersebut digelar pula bedah buku dan diskusi yang akan dimulai pukul 10.00 sampai dengan selesai, pukul 12.00 WIB.

TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Buku berjudul "Memoar Sularso Sopater-Kukuh Menempuh Jalan Ibu" bakal diluncurkan di GKJ Sawokembar Gondokusuman, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo 40 Yogyakarta, Sabtu (11/6/2016).

Menadai peluncuran buku tersebut digelar pula bedah buku dan diskusi yang akan dimulai pukul 10.00 sampai dengan selesai, pukul 12.00 WIB.

Dalam rilis yang diterima TribunSolo.com, Kamis (10/6/2016), perwakilan Penerbit GUBUG Agoes Widhartono mengatakan buku yang diterbitkan Penerbit GUBUG Yogyakarta dan ditulis oleh wartawan senior Agoes Widhartono, itu berkisah tentang sisi kemanusiaan seorang rohaniwan (pendeta) Kristen, bernama Profesor Doktor Sularso Sopater.

Sang tokoh dalam memoar itu, Sulsarso Sopater (82), adalah seorang pendeta asal Yogyakarta, lahir 9 Mei 1934, ditahbiskan sebagai pendeta di GKJ Sawokembar tahun 1960, kemudian berkarier di berbagai bidang.

Antara lain sebagai akademisi (Rektor Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta, intelektual, organisator dan anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI periode 1993-2003 dan anggota MPR RI 1987-1987, serta Ketua Umum PGI tahun 1989-2000.

Kariernya membentang tak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional.

Kehidupannya penuh warna, memberi kontribusi pada perkembangan politik di Indonesia, khususnya dari kalangan pemeluk Kristen, yang bahkan sempat melahirkan kontroversi.

Bertindak sebagai pembedah dalam acara nanti adalah Doktor Sutarno, mantan Pemimpin redaksi Harian Suara Pembaruan, rohaniwan Siman Widyatmanto dan akademisi Leksono Probo Subanu, PhD.

Buku setebal 313 halaman yang menyapa pembaca dengan gaya penuturan “saya”, itu banyak berisi tentang human story sang tokoh.

Bukan sekadar curriculum vitae, namun sebagai historical account, yang menguak sisi-sisi kemanusiaan yang selama ini tidak diketahui oleh publik, bahkan oleh orang terdekatnya sekali pun.

Ada kisah heroik, penuh tragika namun juga diwarnai kisah jenaka.

Sampai sekarang, Sularso Sopater masih tetap aktif berkarya, menulis dan membagi pengalamannya dari tempat tinggalnya di Bekasi, Jawa Barat.(*)

Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved