TribunSolo/
Home »

Solo

Paparan di UNS Solo, Ridwan Kamil: Membangun Kota dengan Merubah Pola Pikir

Sistem tatakelola setiap kota memiliki karakteristik yang khas sesuai dengan kondisi yang ada.

Paparan di UNS Solo, Ridwan Kamil: Membangun Kota dengan Merubah Pola Pikir
TribunSolo.com/Imam Saputro
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil saat berbicara dalam diskusi Mewujudkan Kota Masa Depan melalui Adipura di Universitas Sebelas Maret(UNS) , Rabu(7/12/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com,  Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sistem tatakelola setiap kota memiliki karakteristik yang khas sesuai dengan kondisi yang ada.

Dari keberagaman karakter itu terdapat tiga hal mendasar yang harus dilakukan pemimpin untuk pengelolaannya, yaitu edukasi, keteladanan dan pemberian imbalan.

Baca: Ini Empat Konsep Membangun Kota Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil

Tiga hal tersebut akan lebih mudah diterapkan dengan adanya perubahan pola pikir dari masyarakat kota.

Hal itulah yang dipaparkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil saat berbicara dalam diskusi Mewujudkan Kota Masa Depan melalui Adipura di Universitas Sebelas Maret (UNS) , Rabu (7/12/2016).

Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan UNS di ruang Indraprasta Pusdiklat UNS.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menegaskan sebagian besar masyarakat di sebuah kota tidak mengetahui akan dibawa kemana pembangunan suatu kota.

Untuk itu pemimpin harus memberikan edukasi dalam semua hal mengenai cita-cita sebuah kota.

“Kemudian sekarang ini ada paradigma dalam masyarakat melakukan kesalahan secara kolektif,misalnya sebuah restoran tidak bersedia membayar pajak dengan alasan restoran di depan dan sampingnya juga tidak membayar pajak, pola pikir inilah yang harus diperbaiki,” katanya.

Untuk meluruskan pola pikir itu, lanjut Emil, tidak hanya membuat regulasi.

"Harus ada keteladanan dari pemimpin, " kata Emil.

Ia mencontohkan ketika dibuat program berangkat kerja dengan sepeda, maka secara pribadi juga harus konsekuen menjalankannya.

Terakhir, ketika edukasi dan keteladanan sudah dilakukan maka satu faktor penting lainnya adalah pemberian imbalan dari setiap hasil kerja.

Reward and punishment, yang baik kita hargai, sedangkan yang berbuat salah langsung dihukum, " katanya.

''Mengubah Kota Bandung hingga menjadi seperti sekarang ini memang tak mudah,  keuntungan bagi saya masyarakatnya mau diajak bekerjasama membangun kota,'' tutup Emil. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help