Home »

Solo

Dampak Sistem Parkir Paralel di Jalan Gatot Subroto, Dishub Solo Kehilangan Potensi PAD Rp 120 Juta

Usman mengatakan, penerapan sistem parkir paralel berdasarkan kajian para ahli lalu lintas.

Dampak Sistem Parkir Paralel di Jalan Gatot Subroto, Dishub Solo Kehilangan Potensi PAD Rp 120 Juta
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Tampak ruas Jalan Gatot Subroto kawasan Singosaren dalam proyek penataan, Sabtu (3/12/2016) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas

TRIBUNSOLO.COM, SOLODinas Perhubungan (Dishub) Surakarta kehilangan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir sebesar Rp 120 juta.

Hilangnya potensi PAD merupakan dampak dari penerapan sistem parkir paralel di di Jalan Gatot Subroto.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dishub Surakarta, M Usman kepada wartawan, Minggu (19/3/2017).

“Kami kehilangan potensi parkir sebesar Rp 120 juta per tahun, itu konsekwensi dari penerapan sistem parkir paralel,” ungkapnya.

Usman mengatakan, penerapan sistem parkir paralel berdasarkan kajian para ahli lalu lintas.

Jalan Gatot Subroto dipandang membutuhkan sistem untuk mengatasi kepadatan kendaraan dan kemacetan.

“Apalagi kita semua tahu, titik perdagangan yang sangat sibuk berada di kawasan tersebut,” ujarnya.

Diakui, sistem parkir paralel berdampak pada jumlah pengunjung akibat keterbatasan ruang parkir.

Namun, hal itu harus ditempuh demi mengurai problem lalu lintas.

“Memang hal ini berpengaruh pada sektor usaha dan keberadaan juru parkir di kawasan Jalan Gatot Subroto, tapi ini konsekwensi perbaikan sistem parkir,” kata Usman. (*)

Penulis: Putradi Pamungkas
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help