TribunSolo/

E-Museum Mungkinkan Nikmati Sangiran dengan Augmented Reality 

Aplikasi ini bersifat interaktif karena AR memadukan antara objek real yaitu objek pamer museum dengan objek virtual.

E-Museum Mungkinkan Nikmati Sangiran dengan Augmented Reality 
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Salah satu anggota tim dari FMIP UNS memperagakan e museum di Sangiran yang memungkinkan pengunjung menikmati museum dengan teknologi AR dan VR. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim riset dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (FMIPA UNS) mengembangkan aplikasi e-museum di Museum Sangiran yang memungkinkan pengunjung bisa menikmati museum dengan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR).

“Dengan ini,  pengunjung dapat secara leluasa menggunakan smartphone mereka dalam memperoleh informasi pada objek pamer, karena objek pamer itulah yang dijadikan markerless dalam aplikasi AR Museum ini,” terang Ketua Group Riset Multimedia, Eko Harry Pratisto, S.T., M.Info.Tech, Senin (20/3/2017).

Aplikasi ini bersifat interaktif karena AR memadukan antara objek real yaitu objek pamer museum dengan objek virtual.

Fitur informasi yang disajikan dalam aplikasi ini adalah informasi virtual yang disajikan dalam teks, audio, dan objek 3D.

Aplikasi AR Museum Sangiran ini hanya mendukung smartphone dengan sistem operasi (OS) android.

Aplikasi E-Museum Sangiran dengan teknologi Augmented Reality telah diimplementasikan pada Ruang Pamer 1 dan Ruang Pamer 2 Museum Sangiran Kluster Krikilan,” tambahnya.

Sedangkan, Aplikasi E-Museum dengan teknologi Virtual Reality (VR) dapat dinikmati ketika ingin mengeksplorasi Ruang Pamer 3 Museum Sangiran Kluster Krikilan.

Dengan aplikasi VR Museum Sangiran masyarakat dapat melakukan eksplorasi objek pamer maupun landscape ruang secara virtual di Ruang Pamer 3 dengan bantuan kaca mata VRBOX dan Joystick Bluetooth.

Informasi yang disampaikan dalam aplikasi ini adalah objek pamer dalam 3D dan informasi audio sebagai penjelasannya.

”Lebih spesifik, aplikasi ini dapat dinikmati melalui smartphone dengan OS android yang tersedia sensor gyroskop dan memori RAM 1 GB keatas,” kata Eko.

Harapannya dengan hadirnya media interaktif tersebut pihak Museum Sangiran dapat menggunakannya untuk menyampaikan informasi secara inovatif kepada masyarakat.

“Dengan catatan tetap mencantumkan hak cipta dari si pengembang yaitu Group Riset Multimedia FMIPA Universitas Sebelas Maret,” tutup Eko.(*)
 

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help