Pasangan Zaman Sekarang Kok Rentan Bercerai? Ternyata Ini Pemicunya

Menurut dia, para pasangan ini biasanya memilih menikah karena faktor usia, terlalu lama berpacaran, atau terburu-buru ingin memiliki anak.

Pasangan Zaman Sekarang Kok Rentan Bercerai? Ternyata Ini Pemicunya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi perceraian. 

TRIBUNSOLO.COM - Pada tahun 2015, masyarakat dikejutkan oleh hasil penelitian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut data dari Puslitbang, angka perceraian di Indonesia selama tahun 2010-2014 naik 100.000 kasus dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Tren ini juga diprediksi akan terus meningkat.

Ui Birowo, Co-founder TigaGenerasi yang ditemui dalam peluncuran buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan di Jakarta, Kamis (13/4/2017), mengatakan, belakangan ini banyak pasangan yang bercerai.

"Ini disebabkan karena tidak ada komitmen saat pasangan merencanakan pernikahan," ujarnya.

Menurut dia, para pasangan ini biasanya memilih menikah karena faktor usia, terlalu lama berpacaran, atau terburu-buru ingin memiliki anak.

Bahkan, tidak sedikit yang beralasan karena memiliki orangtua yang sudah berumur.

Padahal, pernikahan tidak hanya masalah teknis saja, tetapi masih banyak hal yang harus dipikirkan dalam mempersiapkan diri sebagai fondasi rumah tangga yang harmonis.

Untuk itu, TigaGenerasi yang merupakan rumah konsultasi dan pusat informasi meluncurkan sebuah buku yang berjudul Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan.

Buku tersebut berisi informasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan para calon pasangan suami istri yang tidak hanya dari sisi teknis saja, tetapi juga persiapan mental dan fisik yang perlu dilakukan sebelum membina rumah tangga.

Pembahasan dari buku ini pun memandang dari aspek psikologis, legalitas, ekonomi, kesehatan, dan acara pesta, mulai dari persiapan hinga usai acara berlangsung.

Sebab, untuk masuk ke jenjang pernikahan, para pasangan juga harus bisa meminimalkan masalah dan membuat persiapan yang matang, baik secara psikologis, mental, fisik, kualitas hubungan, kesehatan, hingga finansial. (KOMPAS.com/Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja)

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help