PTUN Semarang Menangkan Gugatan MTA terhadap Satpol PP Boyolali

Dalam surat keputusan PTUN Nomor 059/G/2016/PTUN.SMG tertanggal 15 Maret 2016, pengadilan mengabulkan gugatan MTA.

PTUN Semarang Menangkan Gugatan MTA terhadap Satpol PP Boyolali
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Kuasa Hukum MTA Mahendradatta (tiga dari kiri), Pimpinan Pusat MTA Al Ustaz Ahmad Sukina (empat dari kiri) dalam jumpa pers di gedung pusat MTA di Jalan Ronggowarsito, Timuran, Banjarsari, Minggu (16/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang memenangkan gugatan Majelis Tafsir Alquran (MTA) terhadap Satpol PP Boyolali.

Gugatan tersebut terkait surat keputusan Kepala Satpol PP nomor 300/1184/13/2016 tentang penghentian aktivitas di gedung serba guna MTA di Dukuh Bentangan, Desa Domplang, Kecamatan Teras, Boyolali.

Dalam surat keputusan PTUN Nomor 059/G/2016/PTUN.SMG tertanggal 15 Maret 2016, pengadilan mengabulkan gugatan MTA.

"Maka mewajibkan tergugat untuk mencabut SK yang dikeluarkan Kepala Satpol PP tersebut," kata Kuasa Hukum MTA, Mahendradatta, dalam konferensi pers di Gedung Pusat MTA Solo, Jalan Ronggowarsito, Timuran, Banjarsari, Minggu (16/4/2017).

Mahendradatta mengungkapkan, PTUN Semarang mengeluarkan putusan resmi tersebut karena fakta-fakta persidangan telah membuka bahwa MTA sejak berdiri sampai sekarang terus menjalankan kaidah agama Islam.

"Tidak sekedar nama, tapi memang berjalan dan menjalani apa yang ada di dalam kaidah-kaidah agama Islam," ungkapnya.

Setelah dikeluarkan putusan resmi PTUN Semarang, Pemkab Boyolali melalui Satpol PP tersebut berhak mengajukan banding.

Namun setelah terbuka dipengadilan terkait permasalahan tersebut, pihak Satpol PP tidak melakukan banding.

"Artinya putusan ini berkekuatan hukum tetap dan sudah sah setara putusan Mahkamah Agung," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Labibzamani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help