Botaki Kepala demi Solidaritas Kanker, Siswa Ini Malah Dihukum

Namun ibunda Taylor, Lesley Jones, mengatakan, putranya tidak semestinya dihukum karena ia berusaha membantu orang lain.

Botaki Kepala demi Solidaritas Kanker, Siswa Ini Malah Dihukum
DOK. PRIBADI LESLEY JONES
Penampilan Taylor sesudah menggunduli kepalanya. (LESLEY JONES) 

TRIBUNSOLO.COM, LONDON - Taylor Jones, seorang remaja asal Cornwall, Inggris, tidak diizinkan masuk kelas gara-gara mencukur habis kepalanya demi sebuah badan amal kanker.

Saat kembali dari liburannya, siswa sekolah berusia 15 tahun itu diberitahu oleh pihak sekolah bahwa 'gaya rambutnya yang ekstrem' dirasa tidak pantas.

Tempat Taylor bersekolah, Launceston College di Cornwall, mengutarakan, siswa itu hanya bisa belajar di kelas tambahan khusus, selama empat hari, sampai rambutnya tumbuh kembali.

Namun ibunda Taylor, Lesley Jones, mengatakan, putranya tidak semestinya dihukum karena ia berusaha membantu orang lain.

Terinspirasi oleh teman

Lesley Jones mengatakan, alasan anaknya menggunduli kepala karena ia ingin menggalang dana untuk lembaga yang menangani kanker, Cancer Research UK.

Hal itu dia lakukan setelah salah seorang temannya didiagnosa menderita kanker stadium akhir.

Ia sudah menumbuhkan rambutnya selama berbulan-bulan sebagai persiapan untuk acara yang direncanakannya berlangsung bulan Juni mendatang.

Namun, sang ibu mengatakan, dia dan suaminya menyarankan Taylor untuk menggunduli rambutnya tepat pada perayaan Paskah.

Sebab, rambutnya sudah terlalu panjang hingga menutupi muka.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help