TribunSolo/

Diduga Posting Tulisan 'Polisi Pekok', Pria Sragen Ini Akan Diperkarakan Anggota Kepolisian Sragen

Adapun dugaan penghinaan itu bermula dari laporan Kaposlantas Gemolong, Aiptu Hariyanto, akhir pekan lalu.

Diduga Posting Tulisan 'Polisi Pekok', Pria Sragen Ini Akan Diperkarakan Anggota Kepolisian Sragen
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi petugas kepolisian melakukan razia kendaraan bermotor. 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Polres Sragen bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik lewat postingan “Polisi Pekok” di media sosial oleh anggota LSM Keluarga Besar Relawan Pengawal Perubahan Sragen (KBRPPS), Warsito.

Penyidik memastikan akan menerapkan pasal berat terhadap terlapor dalam kasus yang dinilai merendahkan institusi kepolisian tersebut.

Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso, melalui Kasat Reskrim, AKP Supadi, mengatakan, setelah menerima laporan dari Kapos Lantas Gemolong, Aiptu Hariyanto, pihaknya membuat laporan resmi untuk menindaklanjuti.

Adapun dugaan penghinaan itu bermula dari laporan Kaposlantas Gemolong, Aiptu Hariyanto, akhir pekan lalu.

Ia melapor ke Polres karena merasa tidak terima dan menilai unggahan Warsito di medsos tidak benar.

Unggahan itu bertuliskan ”Heboh polisi minta motor, STNK, kunci di daerah lemah putih, Jl.kec gemolong kab sragen. Kejadian jam 09.30 wib yang dipimpin bpk.Haryanto..yang dulu pernah dipolres sebagai baur SIM. Monggo dipun share lebih dari 1000…saya An.ORMAS LSM KBRPPS ”

Menurut Aiptu Haryanto, ada kalimat “Polisi Pekok” di belakang postingan itu yang dianggap menghina institusi polri.

Warsito tidak menampik memang menulis postingan itu namun soal kalimat “Polisi Pekok” ia merasa tak menulisnya.

Delapan Saksi

Adapun penyidik sudah meminta keterangan terhadap delapan orang dalam penyelidikan awal.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help