TribunSolo/

Pilkada DKI Jakarta

FPI Sebut Peran Safari Dakwah Turut Berkontribusi Memenangkan Anies-Sandi

Gerakan-gerakan yang diinisiasi FPI seperti subuh keliling, dapat menggerus suara Basuki atau Ahok.

FPI Sebut Peran Safari Dakwah Turut Berkontribusi Memenangkan Anies-Sandi
TRIBUNNEWS.COM/TAUFIK ISMAIL
Rencana calon gubernur Jakarta Anies Baswedan menemui Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setelah pemungutan suara ternyata benar terjadi. Pada Kamis pagi, (20/4/2017) Anies mendatangi Balaikota DKI, tempat berkantornya Gubernur Ahok. TRIBUNNEWS.COM/TAUFIK ISMAIL 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Front Pembela Islam beranggapan faktor agama masih jadi penentu dalam perolehan suara pada Pemilihan Kepala DKI Jakarta.

Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno mengungguli pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan selisih 15-18 persen suara pemilih.

Menurut Juru Bicara FPI, Slamet Ma'arif faktor agama masih jadi penentu dalam pemilihan.

Gerakan-gerakan yang diinisiasi FPI seperti subuh keliling, dapat menggerus suara Basuki atau Ahok.

Misalnya di wilayah Kepulauan Seribu.

Baca: Di TPS Tempat Markas FPI Berada, Ahok-Djarot Menangi Perolehan Suara

Pada putaran pertama, Ahok mendapatkan 5.532 suara, sedangkan Anies mencapai 4.851 suara.

Di putaran kedua keadaan berbalik, Anies 8.796 suara (62,0 persen), Ahok 5.391 suara (38,0 persen).

"Ini terbukti di Kepulauan Seribu, yang tadinya Ahok bisa unggul di Kepulauan Seribu dengan 1.000 suara."

"Untuk putaran kedua setelah kita safari dakwah, kami berjuang di sana, memberikan simpati keagamaan umat di sana," ujar Slamet saat dihubungi wartawan, Kamis (20/4/2017).

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help