Dahlan Iskan Terjerat Kasus Korupsi

Dahlan Iskan Pasrah dengan Apapun yang Akan Diputuskan Hakim

Mantan menteri BUMN itu sebelumnya dituntut 6 tahun oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dahlan Iskan Pasrah dengan Apapun yang Akan Diputuskan Hakim
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, seusai menjalani pemeriksaan terkait penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejati Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/10/2016). 

TRIBUNSOLO.COM, SURABAYA - Terdakwa kasus pelepasan aset BUMD Jawa Timur, Dahlan Iskan, pasrah atas vonis yang akan diberikan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (21/4/2017).

Pukul 09.00 WIB, Dahlan bersama tim kuasa hukumnya datang ke pengadilan Tipikor Surabaya.

Kepada wartawan, Dahlan mengaku pasrah dengan apa yang akan diputus majelis hakim.

"Ya terserah saja, vonis hakim apa," kata Dahlan singkat.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (21/4/2017) dijadwal membaca vonis untuk terdakwa kasus pelepasan aset BUMD Jawa Timur, Dahlan Iskan.

Mantan menteri BUMN itu sebelumnya dituntut 6 tahun oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Penjualan aset PT Panca Wira Usaha di Kabupaten Tulungagung dan Kediri itu dinilai jaksa melanggar ketentuan perundangan.

Penjualan yang dilakukan Dahlan saat menjabat Direktur Utama ini membuat negara rugi lebih dari Rp 11 miliar.

Dahlan dinilai melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain hukuman penjara, jaksa menuntut Dahlan membayar denda Rp 750 juta subsidair enam bulan kurungan, serta membayar ganti rugi negara Rp 8,3 miliar.

Pantauan Kompas.com, puluhan pendukung Dahlan Iskan sudah memenuhi pengadilan Tipikor Surabaya sejak pagi.

Sebelum memasuki ruang sidang, Dahlan sempat menyapa dan menyalami sejumlah pendukungnya. (KOMPAS.com/Kontributor Surabaya Achmad Faizal)

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help