TribunSolo/

Dari Kios di Pasar Klewer Solo, Ini Sejarah Berdirinya Pabrik Sritex di Sukoharjo

"Saat ini Sritex berintegrasi dengan empat lini proses, yakni spinning, weaving, finishing dan garmen," ungkapnya.

Dari Kios di Pasar Klewer Solo, Ini Sejarah Berdirinya Pabrik Sritex di Sukoharjo
disnakertransos2.bojonegorokab.go.id
PT Sri Rejeki Isman Tbk 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebelum menjadi pabrik tekstil dan garmen terbesar di Asi Tenggara, PT Sri Rejeki Isman atau lebih dikenal nama Pabrik Sritex awalnya sebuah kios kecil di Pasar Klewer, Solo.

Kios kecil ini diberi nama UD Sri Rejeki.

Kios ini didirikan oleh Almarhum Muhammad Lukminto pada tahun 1966.

"Kemudian berkembang dan membangun pabrik printing di Baturono, Solo tahun 1968," kata Presiden Direktur (Presdir) PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Setiawan Lukminto, di sela-sela peresmian perluasan PT Sritex, Jumat (21/4/2017).

Pabrik tersebut terus berkembang pesat.

Pada tahun 1972 pabrik printing tersebut diberi nama PT Sri Rejeki Isman Tbk.

"Tahun 1994 PT Sritex dipercaya untuk memproduksi kebutuhan seragam militer di Indonesia dan lebih dari 35 negara dunia, diantaranya negara Nato, termasuk Jerman," jelasnya.

PT Sri Rejeki Isman pada 17 Juni 2013 bertranspormasi menjadi perusahaan publik.

"Saat ini Sritex berintegrasi dengan empat lini proses, yakni spinning, weaving, finishing dan garmen," ungkapnya.

"Dengan hasil produksi seperti benang, kain mentah, kain jadi, fashion, sergam koperasi, instansi pemerintahan, Polri, TNI dan merambah lebih dari 100 negara," terangnya.(*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help