Home »

Solo

Wakil Ketua DPRD Surakarta Tanggapi Keluhan Sopir Feeder Terkait SOP yang Diterapkan Pemkot Solo

Menurut mereka, turunnya pendapatan disebabkan karena jatah BBM yang dulu 3 rit per hari, sekarang menjadi 6 rit per hari.

Wakil Ketua DPRD Surakarta Tanggapi Keluhan Sopir Feeder Terkait SOP yang Diterapkan Pemkot Solo
TRIBUNSOLO.COM/YUDHISTIRA NURDIAN QUROTTA
Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Umar Hasyim, saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (20/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Yudhistira Nurdian Qurrota

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sopir angkutan yang beralih ke angkutan pengumpan (feeder) keluhkan tentang Standard Operating Procedure (SOP) yang diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Keluhan tersebut antara lain tentang turunnya pendapatan mereka karena menjalankan SOP baru yang dibuat pemkot.

Menurut mereka, turunnya pendapatan disebabkan karena jatah BBM yang dulu 3 rit per hari, sekarang menjadi 6 rit per hari.

Menurut Wakil Ketua DPRD Surakarta, Umar Hasyim, hal tersebut wajar terjadi untuk suatu aturan yang baru.

"Ya wajar kalau masih ada kekurangan sana-sini, penerapan aturan baru ya kadang ada beberapa celah kritik atau masukan," ujar Umar Hasyim kepada TribunSolo.com, Kamis (20/4/2017).

"Duduk bersama dirembug bersama buat cari jalan tengah," tambahnya.

Sebelumnya, banyak yang mengatakan SOP tersebut mempermudah masyarakat.

Pasalnya, feeder tidak perlu lama 'ngetem' dan lebih jelas jadwal waktu pemberangkatannya.

Di sisi lain peningkatan pelayanan tersebut ternyata berat sebelah yaitu menurunkan pendapatan para sopir.

"Pemkot harus punya solusi untuk ini, tidak hanya dari sisi masyarakat pengguna, dari sopir dan penyedia juga wajib diperhatikan," pungkas Umar lagi.(*)

Penulis: Yudhistira Nurdian Qurrota
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help