TribunSolo/

Pemerintah dan Pelaku Usaha Wajib Ciptakan Ekosistem Perumahan Demi Suksesnya Program Rumah Murah

Sulis menjelaskan, konsep ekosistem perumahan sangat mungkin di implementasikan di daerah industri atau sentra kegiatan ekonomi lainnya.

Pemerintah dan Pelaku Usaha Wajib Ciptakan Ekosistem Perumahan Demi Suksesnya Program Rumah Murah
Arimbi Ramadhiani/Kompas.com
Salah contoh rumah tipe 25/60 di Villa Kencana Cikarang 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus berkelanjutan dan berkesinambungan.

Untuk itu pemerintah dan pelaku usaha harus bisa membentuk ekosistem perumahan yang mampu memberdayakan MBR.

"Pendekatan ekosistem perumahan memerlukan pendekatan yang holistik dan sangat komplek, perlu perhatian khusus dari pelaku usaha dan dukungan dari pemerintah," ujar pengamat perumahan Sulis Usdoko di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Sulis mengatakan, mendorong percepatan rumah murah bagi MBR adalah spirit yang baik dan seharusnya ditanamkan bagi semua stakeholder.

Namun permasalahannya apakah para stakeholder "memahami" esensi siapa itu MBR?

Apakah MBR diperlakukan sebagai objek atau subjek dalam pemenuhan rumah.

"Inilah masalahnya konsep memandang MBR apa yang dibutuhkan dan apa yang dipikirkan mereka," jelasnya.

Menurut Sulis, secara integratif kolaborasi antara pemerintah (sebagai pembuat kebijakan), perbankan sebagai lembaga mediasi dan pengembang selaku penyedia perumahan haruslah selalu berorientasi pada kebutuhan MBR.

Bila MBR menjadi sentral perhatian terhadap pemenuhan perumahan murah tentunya harus dipikirkan proses yang berkelanjutan atas kondisi MBR sebelum maupun sesudah mendapatkan rumah murah.

"Bagaimana kebutuhan dasar MBR terpenuhi, misalnya kebutuhan transportasi, pendidikan, kesehatan dan kelangsungan pendapatan dalam perjalanan hidupnya.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help