TribunSolo/

Bank Wajib Laporkan Nasabah Pemilik Saldo Rekening Rp 3,3 Miliar ke Ditjen Pajak

Menurut Sri Mulyani alias Ani, batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional.

Bank Wajib Laporkan Nasabah Pemilik Saldo Rekening Rp 3,3 Miliar ke Ditjen Pajak
KOMPAS.com/DANI PRABOWO
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomer 1 Tahun 2017.

Isinya mengatur akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Salah satu isinya yakni adanya kewajiban bank melaporkan saldo rekening nasabahnya kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.  

Namun ketentuan ini hanya berlaku bagi nasabah yang memiliki saldo rekening 250.000 dollar AS, atau Rp 3,3 miliar (kurs 13.300).

"Batas saldo yang wajib dilaporkan secara otomatis adalah 250.000 ribu dollar AS," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Menurut Sri Mulyani alias Ani, batas saldo rekening yang wajib dilaporkan bank kepada Ditjen Pajak merupakan ketentuan internasional.

Hal itu adalah konsekuensi yang harus dipatuhi pemerintah lantaran ingin bergabung kebijakan pertukaran otomatis data informasi keuangan internasional atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

Jadi, kata Sri Mulyani, nasabah yang memiliki saldo di atas Rp 3,3 miliar, akan menjadi subjek otomatis kebijakan pertukaran data informasi keuangan internasional.

"Jadi saya tekankan, karena ini AEoI maka compliance kita harus setara dengan negara lain," kata Ani menegaskan.

Saat ini, setidaknya ada 100 negara yang sudah berkomitmen ikut AEoI.

Sekitar 50 negara akan menerapkan kebijakan itu pada tahun ini, sementara sisanya bergabung pada 2018.

Melalui kebijakan ini, maka akses informasi keuangan bisa dipertukarkan secara otomatis bagi para negara anggotanya. (Kompas.com/Yoga Sukmana)

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help