TribunSolo/
Home »

Solo

Ini Pesan Penting dari Peraih Lupus Award bagi Para Penderita Lupus

Kala itu ibu satu anak ini terpaksa keluar dari tempatnya kerja karena harus menjalani terapi, yang salah satu efek sampingnya adalah badan melembung.

Ini Pesan Penting dari Peraih Lupus Award bagi Para Penderita Lupus
TRIBUNSOLO.COM/YUDHISTRA NURDIAN QURROTA
Asni saat menghadiri Lupus Award yang digelar Pemprov Jateng di RSUD dr Moewardi, Surakarta, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Yudhistira Nurdian Qurrota

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Salah seorang penerima penghargaan "Lupus Award 2017" kategori penderita lupus tertangguh, menceritakan pengalamannya berdamai dengan penyakit lupus.

Dia adalah Sri Madala Asni Zebua, seorang dokter gigi dari Wonosobo, Jateng, yang sekarang menetap di Semarang. 

Kepada jurnalis di RS dr Moewardi, Solo, Kamis (18/5/2017), Asni mengatakan, dirinya merasakan gejala lupus sekitar Agustus 2011, atau dua bulan setelah menikah. 

Gejala tersebut antara lain kaki lama-lama membesar, rambut rontok, jari nyeri, dan merasa kedinginan.

Kala itu ibu satu anak ini terpaksa keluar dari tempatnya kerja karena harus terus-menerus menjalani terapi, yang salah satu efek sampingnya adalah badan melembung.

Selain itu, karena efek samping terapi, sebelum melahirkan anak kedua, dirinya pernah mengalami keguguran pada usia janin empat bulan. 

Metamorfosis wajah Asni sejak dari saat terapi untuk penyakit lupus hingga hampir sembuh.
Metamorfosis wajah Asni sejak dari saat terapi untuk penyakit lupus hingga hampir sembuh. (TRIBUNSOLO.COM/YUDHISTRA/FACEBOOK)

Setelah terapi kurang-lebih lima tahun terapi, Asni bisa sembuh dari lupus. 

Sembuh dalam konteks meskipun kondisi sudah kembali normal, tetapi kemungkinan kambuh lupus bisa muncul kapan saja dan di mana saja. 

Menurut Asni, hal yang penting untuk pencegahan dan penyembuhan lupus terletak pada kondisi kondisi psikis dan pola hidup sehat. 

Terlibat dalam aktivitas bersama komunitas lupus, menurutnya, juga sangat penting, karena suasana hati mempengaruhi lupus.

Di akhir wawancara, Asni memberikan semangat pada para odapus (sebutan bagi penderita lupus). 

"Buat odapus jangan menyerah, sebesar apa kita menginginkan sekuat apa kita mengusahakan," kata Asni kepada TribunSolo.com, setelah acara Lupus Award 2017, Kamis (18/5/2017).

Asni mengatakan, pasien jangan berusaha melawan lupus karena percuma dan akan memperparah dampak buruk ke tubuh. 

Sebaliknya, menerima dan mengerti akan masing-masing sifat lupus yang diderita, akan membuat para odapus mampu berdamai dengan lupus. (*) 

Penulis: Yudhistira Nurdian Qurrota
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help