TribunSolo/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Hukum Rizieq Shihab

'Kak Emma' Mengaku Ditekan Polisi di Mapolres Depok Agar Pojokkan Rizieq dan Firza

Firza diketahuinya mengikuti pengajian pimpinan FPI, Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta Pusat, sekali, dan Megamendung, Jabar, sebanyak dua kali.

'Kak Emma' Mengaku Ditekan Polisi di Mapolres Depok Agar Pojokkan Rizieq dan Firza
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Firza Husein beserta pengacara Aziz Yanuar (kiri) tiba di Krimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5/2017). Firza terbelit kasus konten pornografi dalam percakapan via WhatsApp yang diduga melibatkan dirinya dengan pemimpin FPI, Rizieq Shihab. 

TRIBUNSOLO.COM,  JAKARTA  - Fatima alias Kak Emma mengaku memperoleh tekanan psikologis saat diperiksa polisi pada Selasa (16/5/2017).

Emm adalah perempuan yang menjadi saksi dalam kasus dugaan chat WhatsApp berkonten pornografi.

"Memang dalam proses BAP saya selama tiga kali oleh Polda Metro Jaya para penyidik nampak memaksakan dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq," kata Emma dalam keterangan tertulis melalui pengacaranya, Kamis (18/5/2017).

"Bahkan saya ditekan secara psikologis agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu."

Emma menyebut bahwa ia belum lama mengenal Firza Husein.

Firza diketahuinya mengikuti pengajian pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, di Petamburan, Jakarta Pusat sekali, dan ke Megamendung, Jawa Barat, sebanyak dua kali.

Emma membantah adanya hubungan percintaan antara Firza dengan Rizieq.

"Dengan demikian saya menyimpulkan kasus ini adalah kasus yang direkayasa sedemikian rupa."

"Dengan tujuan keji untuk membunuh karakter Habib Rizieq sebagai ulama panutan untuk dipermalukan lalu ditinggalkan umat islam."

"Karena dianggap akan menghalangi gerakan komunis di Indonesia serta menghalangi proses penjajahan Cina terhadap Indonesia," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help