TribunSolo/

Diksar Mapala UII Berujung Maut

Mangkir Pemeriksaan Polisi, Enam Tersangka Mapala UII Terancam Dijemput Paksa Polres Karanganyar

Pasalnya, para tersangka mangkir dari jadwal pemeriksaan di Mapolres Karanganyar pada Jumat (19/5/2017).

Mangkir Pemeriksaan Polisi, Enam Tersangka Mapala UII Terancam Dijemput Paksa Polres Karanganyar
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Rekonstruksi dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan tiga mahasiswa peserta Diksar Mapala UII tewas di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Senin (13/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar mengultimatum enam tersangka kasus dugaan penganiayaan dalam Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Pasalnya, para tersangka mangkir dari jadwal pemeriksaan di Mapolres Karanganyar pada Jumat (19/5/2017).

Ketidakhadiran enam tersangka itu dipastikan oleh penasihat hukum tersangka, Achiel Suyanto, yang mengklaim kliennya belum menerima surat panggilan.

"Hingga (Jumat) pagi ini, adik-adik dan orang tua anggota Mapala UII belum menerima surat panggilan," ujarnya.

Dia berjanji, akan menghadirkan tersangka di hadapan tim penyidik pada Senin (22/5/2017) depan.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, mengancam akan melakukan upaya paksa kepada para tersangka jika mangkir dari panggilan kedua.

Ditemui wartawan, Ade Safri menganggap alasan para tersangka tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Bahkan, polisi telah mengirim surat kepada para tersangka ke empat alamat, yakni rektorat, kantor Mapala, indekos dan rumah.

Selanjutnya, pihaknya tengah mengupayakan agar para tersangka sampai kepada proses penyidikan.

Ia menargetkan, upaya paksa pemeriksaan tersangka dilakukan sebelum Senin mendatang.

Termasuk upaya jemput paksa tersangka oleh Polres Karanganyar. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help