TribunSolo/
Home »

Solo

5.082 Orang Ikuti EPS-TOPIK Tahap II di Kota Solo

"Karena tes ini membutuhkan waktu lama, UNS menggandeng kampus AUB untuk penyelenggaraan tes," kata Agusdin menambahkan.

5.082 Orang Ikuti EPS-TOPIK Tahap II di Kota Solo
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Tes EPS-TOPIK tahap II Skill and competency test, di kampus STIE AUB Surakarta, Sabtu (20/5/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 5.082 orang mengikuti Employment Permit System Test Of Proficiency In Korea (EPS-TOPIK) tahap II di Solo.

Kegiatan ini digelar Jumat-Rabu (19-24/5/2017).

Ujian tahap ke II tersebut dilaksanakan di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi(STIE) Adi Unggul Birawa (AUB) dan Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK AUB).

"Untuk tes tahap kedua ini yang diujikan berupa tes fisik dan tes kemampuan dasar atau skill and competency test, " kata Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Agusdin Subiantoro,Sabtu (20/5/2017).

EPS TOPIK merupakan kerja sama antara Human Resource Development Service Korea (HRDK), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

"Karena tes ini membutuhkan waktu lama, UNS menggandeng kampus AUB untuk penyelenggaraan tes, " kata Agusdin menambahkan.

Adapun Tes EPS-TOPIK tahap II diselenggarakan di empat tempat secara bersamaan, yaitu Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya.

Total peserta di empat kota tersebut sejumlah 9.393 orang.

Sebelumnya mereka telah lolos dalam EPS-TOPIK tahap pertama berupa tes kemampuan Bahasa Korea.

“Dalam EPS-Point System, kualitas para calon akan dinilai secara obyektif, baik kemampuan bahasa maupun keterampilan dan kompetensinya," ujar Agustin.

Agusdin menjelaskan, penempatan TKI ke Korea pada tahun 2016 di sektor fishing (perikanan) yang penjaringannya juga menggunakan metoda EPS-Point System, dinyatakan telah selesai.

Pada tahun 2017, Korea membutuhkan tenaga kerja dari 16 negara, termasuk Indonesia, sebanyak 58.000 orang.

Khusus Indonesia, pada 2017 mendapatkan kuota sebanyak 5.200 orang TKI sektor manufaktur. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help