TribunSolo/

9.393 Orang Lolos Seleksi EPS TOPIK Tahap I

“Dan di Surabaya dilaksanakan di Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) Surabaya diikuti sebanyak 7.452 peserta,” tambahnya.

9.393 Orang Lolos Seleksi EPS TOPIK Tahap I
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Pelaksanaan EPS TOPIK Tahap I di Solo, awal April lalu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 9.393 orang telah berhasil lolos dalam Employment Permit System Test Of Proficiency In Korea (EPS-TOPIK) tahap I yang diselenggarakan awal April lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Agusdin Subiantoro, Sabtu (20/5/2017).

"Untuk EPS-TOPIK tahap I berupa tes kemampuan Bahasa Korea dari 30.109 peserta yang dinyatakan lolos sebanyak 9.393 orang, " katanya.

EPS TOPIK merupakan kerja sama antara Human Resource Development Service Korea (HRDK), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

“Pada 2017 ini ada 30.109 calon tenaga kerja yang mengikuti tes EPS-TOPIK yang diselenggarakan di empat tempat secara bersamaan, yaitu Jakarta, Bandung, Solo dan DIY Yogyakarta,” kata Agusdin

Pelaksanaan di Solo diikuti 14.978 orang.

Sedangkan di Bandung dilaksanakan di IKOPIN diikuti sebanyak 5.751 orang.

Di Jakarta dilaksanakan di Universitas Esa Unggul diikuti oleh 1.928 peserta.

“Dan di Surabaya dilaksanakan di Universitas Dr. Soetomo (UNITOMO) Surabaya diikuti sebanyak 7.452 peserta,” tambahnya.

Ujian khusus Bahasa Korea yang merupakan saringan tahap pertama melalui Employment Permit System Test Of Proficiency In Korea (EPS-TOPIK).

“Dalam EPS-Point System, kualitas para calon akan dinilai secara obyektif, baik kemampuan bahasa maupun keterampilan dan kompetensinya," ujarnya.

Agusdin menjelaskan, penempatan TKI ke Korea pada tahun 2016 di sektor fishing (perikanan) yang penjaringannya juga menggunakan metoda EPS-Point System, dinyakan telah selesai.

Pada tahun 2017, Korea membutuhkan tenaga kerja dari 16 negara, termasuk Indonesia sebanyak 58.000 orang.

Khusus Indonesia, pada 2017 mendapatkan kuota sebanyak 5200 orang TKI sektor manufaktur. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help