TribunSolo/

Dibangun Tahun 1933, Tugu Kebangkitan Nasional di Solo Ini Simbol Bangkit dari Penjajahan

Masyarakat Solo akrab menyebut Tugu Kebangkitan Nasional itu dengan sebutan tugu lilin karena bentuknya yang menyerupai lilin.

Dibangun Tahun 1933, Tugu Kebangkitan Nasional di Solo Ini Simbol Bangkit dari Penjajahan
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI
Tari Wirada Wirutama disuguhkan di atas Tugu Kebangkitan Nasional di persimpangan Jl Wahidin Sudiro Husodo dan Jl Kebangkitan Nasional, Solo, Jumat (20/5/2016) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Daryono

TRIBUNSOLO.COM - Sabtu ini, 20 Mei 2017 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Hari Kebangkitan Nasional diperingati untuk mengenang lahirnya pergerakan Budi Oetomo, 20 Mei 1908. 

Berbicara Hari Kebangkitan Nasional, tak lepas dari Solo.

Hal ini karena di Solo terdapat tugu Kebangkitan Nasional yang dibangun sebelum Indonesia Merdeka.

Tugu tersebut terlepat di Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo

Tepatnya di persimpangan antara Jl dr Wahidin (nama penggagas Boedi Oetomo) dan Jl Kebangkitan Nasional.

Masyarakat Solo akrab menyebut Tugu Kebangkitan Nasional itu dengan sebutan tugu lilin karena bentuknya yang menyerupai lilin.

Kepala Bidang (Kabid) Cagar Budaya Dinas Tata Ruang dan Kota (DTRK) Surakarta, Mufti Raharjo menuturkan meski nama resminya adalah Tugu Kebangkitan Nasional, masyarakat biasa menyebutnya Tugu Lilin.

Lambang kebangkitan nasional tersebut dibangun tepat 25 tahun setelah kelahiran Boedi Oetomo, yaitu pada 20 Mei 1933.

Halaman
123
Penulis: Daryono
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help