TribunSolo/
Home »

Bisnis

» Makro

KSEI Gencarkan Sosialisasi Perlindungan Investor

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Bursa Efek Indonesia gencar mengadakan sosialisasi perlindungan bagi investor di pasar modal.

KSEI Gencarkan Sosialisasi Perlindungan Investor
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Peserta sosialisasi perlindungan investor oleh PT KSEI di UNS. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan  Bursa Efek Indonesia gencar mengadakan sosialisasi perlindungan bagi investor di pasar modal.

Salah satu target sasaran mereka adalah galeri investasi yang tersebar di ratusan perguruan tinggi.

“Perlindungan bagi investor antara lain kepemilikan  sekuritas , pemantauan portofolio untuk investasi, “kata Relationship management 1 unit Head KSEI, Ruth Yendra Indriyatmi, seusai memberikan seminar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rabu (17/5/2017).

KSEI merupakan sebuah lembaga yang berfungsi penyimpanan dan penyelesaian dalam pasar modal Indonesia.

”Lembaga ini menyimpan semua semua saham-saham yang diperdagangkan di bursa,” kata Ruth.

Lembaga ini pula yang menerbitkan kartu AKSes dan memberikan ke seluruh pemegang saham untuk dapat mengontrol semua transaksi saham.

“Jadi dengan fasilitas kartu AKSes ini, para pemegang saham lebih aman dan berjalan sebagaimana mestinya” jelasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan program yang sedang didengungkan BEI yaitu gerakan “Yuk Nabung Saham”, bertujuan utk meningkatkan jumlah investor di pasar modal Indonesia.

“Sosialisasi ini bisa meningkatkan pengetahuann agar ada kepercayaan diri sehingga merasa nyaman dan aman untuk masuk ke dunia pasar modal,” paparnya lebih lanjut.

Selain Ruth, turut memberikan materi adalah Kepala Bursa Efek Indonesia perwakilan Yogyakarta, Irfan Noor Riza, dan  Yahuda Nawa Yanukrisna,  Manajer Danareksa Solo-Yogya-Semarang.

Program Yuk Nabung Saham merupakan program yang diluncurkan pemerintah 12 November 2015 lalu untuk mengajak masyarakat menabung dalam bentuk saham di pasar modal.

“Sebagian masyarakat kita lebih banyak bertindak sebagai konsumen, pengguna produk dari pada menjadi “pemilik” perusahaan, mari kita ubah cara berpikir kita dengan menjadi “pemilik” perusahaan dengan menabung saham” jelas Irfan Noor Riza dalam paparan materinya.

Menurut irfan jumlah investor di Indonesia secara umum masih dikuasai asing, seharusnya ke depan Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Caranya adalah dengan meningkatkan animo masyarakat untuk menabung saham di pasar modal,” tambah Irfan.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help