TribunSolo/
Home »

Solo

Pemkot Solo Antisipasi Munculnya 15 Pasar Tumpah Selama Ramadan

Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

Pemkot Solo Antisipasi Munculnya 15 Pasar Tumpah Selama Ramadan
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNA PRADIPHA
Begini bagian depan Pasar Jongke, Solo, difoto Selasa (30/5/2017) siang. Pasar Jongke termasuk pasar yang berpotensi memunculkan pasar tumpah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengantisipasi kemungkinan munclunya banyak pasar dadakan (pasar tumpah) selama Ramadan.

Setidaknya ada 15 lokasi pasar tradisional yang dianggap berpotensi menjadi lokasi pasar tumpah.

Menurut  Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagyo, Selasa (30/5/2017),  pasar-pasar tersebut adalah Pasar Jongke, Pasar Kadipolo, Pasar Kembang, Pasar Harjadaksina, Pasar Gede, Pasar Nusukan, Pasar Klewer.

Lalu Pasar Joglo, Pasar Kleco, Pasar Legi, Pasar Ayam Semanggi, Pasar Ngudi Rezeki Gilingan, Pasar Sangkrah, Pasar Rejosari dan Pasar Gading.

"Tidak hanya pedagang lama, pedagang dadakan (baru, Red) juga berjualan hingga di bahu jalan," katanya kepada wartawan.

Dia mengatakan, fenomena tersebut akan membuat arus lalu lintas di jalan sekitar pasar menjadi padat, sehingga muncul kemacetan.

Subagyo tak akan sendirian mengatasi masalah tersebut.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo dan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

"Patroli rutin petugas lapangan akan ditingkatkan untuk menertibkan pedagang yang berjualan di luar pasar," ujar dia menegaskan.

Menurut Subagyo, di  beberapa pasar pun rawan terjadi penumpukan kendaraan pengunjung dan akan muncul parkir liar. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help