TribunSolo/

Ramadan 2017

Masjid Wawoangi, Masjid Tertua di Pulau Buton yang Punya Banyak Keunikan

Bagi warga sekitar, menyebut masjid tersebut dengan sebutan Masjid di Atas Angin yang berasal dari bahasa daerah.

Masjid Wawoangi, Masjid Tertua di Pulau Buton yang Punya Banyak Keunikan
KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE
Masjid Wawoangi didirikan Syeh Abdul Wahid di tahun 1527 dengan bentuk seperti rumah kecil dan dipercaya sebagai masjid pertama kali dalam mensyiarkan Islam di Pulau Buton. Masjid ini terletak diatas pegunungan Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.(KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE) 

TRIBUNSOLO.COM, BATAUGA -- Sepintas terlihat, bangunan ini terlihat seperti rumah yang sudah tua dan tidak berpenghuni.

Namun siapa sangka, bangunan tersebut merupakan masjid tertua di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Masjid ini didirikan Syeh Abdul Wahid di tahun 1527 dengan bentuk seperti rumah kecil yang dipercaya sebagai masjid pertama kali dalam mensyiarkan Islam di Pulau Buton.

Masjid ini terletak diatas pegunungan Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan.

Kepala Desa Wawoangi, La Ode Abdul Halim, mengatakan, berdirinya masjid ini bermula saat Syech Abdul Wahid melihat cahaya terang hingga ke atas langit yang memancar dari atas pegunungan tersebut.

“Beliau (Syech Abdul Wahid) melihat titik cahaya menjulang ke langit di atas pegunungan ini."

"Atas cahaya itulah, kemudian beliau mendirikan masjid pertama kali di jazirah Pulau Buton ini,” kata Abdul Halim, Kamis (15/6/2017).

Bagi warga sekitar, menyebut masjid tersebut dengan sebutan Masjid di Atas Angin yang berasal dari bahasa daerah.

“Kenapa disebut Masjid di Atas Angin? Karena berasal dari bahasa 'cia-cia' yakni wawoangi, yang artinya di atas angin, sehingga masjid ini disebut Masjid di Atas Angin,” ujarnya.

Masjid ini memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan masjid lainnya.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help