TribunSolo/

Lewat 5 Hari Sekolah, Muhammadiyah Ingin Kuatkan Peran Keluarga

Inilah saatnya keluarga memiliki anaknya dan melakukan pendidikan di tengah globalisasi pendidikan medsos yang sedemikian rupa.

Lewat 5 Hari Sekolah, Muhammadiyah Ingin Kuatkan Peran Keluarga
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (tengah) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin (19/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kebijakan 5 hari sekolah menuai polemik di masyarakat.

Teranyar, kebijakan tersebut akan susun ulang oleh Presiden Jokowi.

"Menurut kami, dengan 5 hari sekolah akan memperkuat pendidikan karakter dari siswa," kata Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin (19/6/2017).

"Selain itu, di hari Sabtu dan Ahad, peran keluarga akan lebih terasa bagi anak-anak," tambahnya.

Inilah saatnya keluarga memiliki anaknya dan melakukan pendidikan di tengah globalisasi pendidikan medsos yang sedemikian rupa.

Di sisi lain, terdapat aspek positif yang dapat diperoleh keluarga dengan sekolah lima hari.

"Antara lain anak dapat menikmati budaya dan wisata Indonesia pada dua hari di akhir pekan, ada sinkronisasi antara anak dengan waktu orang tua," imbuh Haedar.

PP Muhammadiyah mendukung penuh Mendikbud beserta kebijakannya menerapkan sekolah lima hari.

"Kami Muhammadiyah mendukung kebijakan lima hari sekolah untuk dilaksanakan untuk pendidikan karakter bangsa," kata Haedar menambahkan.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help