TribunSolo/

Penerimaan Mahasiswa Baru 2017

UMS Buka Program Doktor Pendidikan Agama Islam

Dengan diserahkannya SK Program Doktor itu, diharapkan proses perkuliahan sudah mulai berlangsung pada bulan September mendatang.

UMS Buka Program Doktor Pendidikan Agama Islam
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS, Prof Dr Musa Asy'arie 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam dengan konsentrasi utama Islam, demokrasi dan multikulturalisme. 

Pembukaan ditandai dengan penyerahan SK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI No 3391 Tahun 2017 mengenai pembukaan prodi PAI tersebut,  Jum'at (7/7/2017).

“Islam, demokrasi dan multikulturalisme di Indonesia adalah yang paling kuat didunia itu penting untuk dibahas karena demokrasi dan multikulturalisme masih menjadi isu utama di Indonesia dengan Islam sebagai mayoritas,” kata Ketua Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS, Prof Dr Musa Asy'arie menjelaskan latar belakang dibukanya prodi S3 PAI tersebut.

Lebih lanjut, Musa mengatakan program S3 Pendidikan Agama Islam yang dimiliki UMS memiliki keunggulan karena telah mengerucut dengan spesifikasi Islam, demokrasi, dan multikulturalisme.

Obyek utama dari program ini adalah memberikan sumbangsih kepada negara.

Menurutnya, kekuatan Islam di Indonesia adalah demokrasi dan multikulturalisme.

“Apa ada negara lain yang sekuat Indonesia? Timur Tengah paling lemah, ada negara Turki yang kuat tapi tidak sepenuhnya memiliki multikulturalisme yang kuat," jelasnya Prof Musa yang juga mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga itu.

Dengan diserahkannya SK Program Doktor itu, diharapkan proses perkuliahan sudah mulai berlangsung pada bulan September mendatang.

Mahasiswa program S3 Pendidikan Agama Islam di UMS tersebut akan menempuh 42 SKS yang terdiri dari 30 SKS kajian teori dan 12 SKS untuk penulisan dan ujian disertasi.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Dr Nizar Ali, mengatakan UMS menjadi universitas kelima dilingkungan Universitas Muhammadiyah yang memiliki program tersebut.

"Kalau di Jawa Tengah, UMS merupakan universitas ketiga yang memiliki program tersebut,” katanya.

“Program ini sangat potensial mengingat isu-isu terkait demokrasi dan Islam di Indonesia tidak pernah surut," pungkas Nizar.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help