TribunSolo/
Home »

Bisnis

» Mikro

Komunitas Crafter Solo Raya Berharap Pemkot Sediakan Tempat bagi UMKM

Winarto menambahkan, bahwa jika wisatawan membicarakan tekstil, wisatawan langsung teringat dan mendatangi Pasar Klewer.

Komunitas Crafter Solo Raya Berharap Pemkot Sediakan Tempat bagi UMKM
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Salah satu produk hasil UMKM di pameran UKM Expo Solo Paragon Mall, Solo, Minggu (9/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komunitas Crafter Solo Raya meminta pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyediakan lokasi strategis bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Hal tersebut sebagai upaya mendekatkan pembeli dan juga meningkatkan pemasaran produk kerajinan tangan alias handycraft.

Ketua Crafter Solo Raya, Winarto, mengatakan sebanyak 50 pelaku UMKM yang tergabung dalam wadah Crafter Solo Raya menginginkan tempat berdirinya pusat jual beli kerajinan di Kota Solo.

Namun bukan hanya sekadar memfasilitasi dalam bentuk pameran yang sifatnya insidental.

"Besar harapan kami pemerintah itu bisa membikinkan market tersendiri khusus craft," kata Winarto saat ditemui di ajang Pameran Produk Unggulan Kelurahan UKM Expo di Atrium Solo Paragon Mall Minggu (9/7/2017) siang.

"Hal sederhanya, kalau ada wisatawan baik lokal maupun asing yang tengah berlibur ke Solo itu bisa tahu kemana harus membeli oleh-oleh atau suvenir craft khas Solo," ujarnya.

Winarto menambahkan, bahwa jika wisatawan membicarakan tekstil, wisatawan langsung teringat dan mendatangi Pasar Klewer.

Begitu juga ketika ingin berburu koleksi barang antik, wisatawan pasti kenal dengan Pasar Triwindu.

LAMPU ANTIK - Pasar Triwindu di Jl Diponegoro, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo dikenal sebagai sentra penjualan barang antik.
LAMPU ANTIK - Pasar Triwindu di Jl Diponegoro, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo dikenal sebagai sentra penjualan barang antik. (TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI)

Namun untuk pusat transaksi craft di Kota Solo selama ini justru luput dari perhatian.

Dirinya juga mengatakan, bahwa yang difasilitasi oleh pemerintah kebanyakan adalah fashion dan kuliner saja.

Dirinya mengusulkan mungkin gedung eks Bakorwil bisa digunakan.

"Lokasinya strategis, kalau hanya digunakan untuk event pameran masih sepi."

"Tapi kalau digunakan secara kontinyu sebagai pasar khas craft Solo sangat berpotensi," katanya.

Aset gedung milik Pemprov Jateng tersebut terletak di depan Monumen Slamet Riyadi di perempatan Gladak.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help