Kontroversi Taksi Online di Solo

Berpedoman UU, Wali Kota Solo Tegaskan Tolak Operasional Taksi Online di Solo

"Saya dilantik untuk menjalankan undang-undang, taksi UberX ini kan ilegal, berpelat hitam (tidak sesuai aturan)," kata Rudy.

Berpedoman UU, Wali Kota Solo Tegaskan Tolak Operasional Taksi Online di Solo
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (tengah) membacakan pernyataan penolakan terhadap taksi online di Ruang Rapat Wali Kota, kompleks Balai Kota Solo, Selasa (11/7/2017) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy, menegaskan penolakannya terhadap kehadiran taksi online di Solo.

Penegasannya tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan perusahaan taksi reguler di Ruang Rapat Wali Kota, kompleks Balai Kota Solo, Selasa (11/7/2017) siang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Solo menerima kedatangan perwakilan enam perusahaan taksi usai melakukan aksi mogok dan demo di bundaran Gladak dan halaman Balai Kota Solo.

Usai mendengarkan aspirasi dari perwakilan perusahaan taksi reguler, Rudy mengutarakan ia menolak beroperasinya taksi online di Solo.

Baca: Ini Tuntutan Ratusan Sopir Taksi Konvensional Terkait Keberadaan Taksi Online di Solo

Rudy menganggap taksi online seperti UberX merupakan taksi ilegal.

"Saya dilantik untuk menjalankan undang-undang, taksi UberX ini kan ilegal, berpelat hitam (tidak sesuai aturan)," kata Rudy.

Undang-undang (UU) yang dimaksud adalah UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Isinya mengenai penyelenggaraan angkutan umum dilaksanakan oleh Badan Hukum Indonesia yang memiliki izin penyelenggaraan angkutan, dilayani oleh kendaraan umum dan dikemudikan oleh pengemudi yang memiliki SIM umum.

Halaman
12
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved