Kontroversi Taksi Online di Solo

Polresta Solo Terjunkan Ratusan Personel untuk Amankan Aksi Damai Penolakan Taksi Online

Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Arif Joko, mengatakan diterjunkannya personel polisi untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Polresta Solo Terjunkan Ratusan Personel untuk Amankan Aksi Damai Penolakan Taksi Online
TribunSolo.com/Labib Zamani
Para personel Polresta Solo melakukan penjagaan di Balai Kota Solo dalam aksi penolakan taksi online, Selasa (11/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polresta Solo menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan aksi penolakan taksi online di Bundaran Gladak, Selasa (11/7/2017).

Aksi tersebut dilakukan para pengusaha taksi yang tergabung dalam organisasi angkutan darat (Organda).

Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Arif Joko, mengatakan diterjunkannya personel polisi untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Para personel disebar ke berbagai titik yang dilalui peserta aksi damai penolakan taksi online tersebut.

"Penjagaan kita lakukan secara terbuka dan tertutup," katanya.

Kabag Ops menyebutkan, personel dari Satuan Sabhara ditempatkan di Balai Kota Solo.

Sedang personel dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo ditempatkan di penggal jalan untuk mengatur lalu lintas.

Aksi damai menolak taksi online dimulai dari Bundaran Gladak.

Massa melakukan orasi secara bergantian di Bundaran Gladak.

Kemudian melanjutkan aksi menuju Balai Kota Solo.(*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help