Kontroversi Taksi Online di Solo

Sopir Taksi Lakukan Aksi Ekstrem saat Demo Tolak Taksi Online di Balai Kota Solo, Ini Alasannya

Ia adalah Gendon (35), sopir Gelora Taksi, yang juga ikut dalam aksi bertajuk Bantai (Barisan Anti Angkutan Ilegal) Solo Raya.

Sopir Taksi Lakukan Aksi Ekstrem saat Demo Tolak Taksi Online di Balai Kota Solo, Ini Alasannya
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Dukungan rekan-rekan sopir taksi dalam aksi Gendon menarik mobil dengan tali digigit, halaman Balai Kota Solo, Selasa (11/7/2017) siang. 

Laporan Wartawan TribunSoli.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Aksi ekstrem dilakukan seorang sopir taksi di tengah demo ratusan sopir taksi menolak taksi Uber di Balai Kota Solo, Selasa (11/7/2017) siang.

Ia adalah Gendon (35), sopir Gelora Taksi, yang juga ikut dalam aksi bertajuk Bantai (Barisan Anti Angkutan Ilegal) Solo Raya.

Gendon menarik mobil milik Gelora Taksi yang ditunggangi tujuh orang.

Hebatnya, ia menarik mobil tersebut hanya dengan mengunakan giginya (simak videonya di sini)

Baca: NEWS VIDEO - Sopir Taksi di Solo Ini Tarik Mobil Berpenumpang 7 Orang hanya dengan Gigi

Ditemui TribunSolo.com, Gendon mengungkapkan, aksi dilakukan untuk menyemangati peserta demo siang itu.

"Ya hanya hiburan saja biar teman-teman semangat demo memperjuangkan keadilan," ucap dia.

Gendon menarik mobil dengan tali digigit, halaman Balai Kota Solo, Selasa (11/7/2017) siang.
Gendon menarik mobil dengan tali digigit, halaman Balai Kota Solo, Selasa (11/7/2017) siang. (TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA)

Sementara itu, peserta demo dari Solo Taksi, Udin, menerangkan, aksi ekstrem yang dilakukan rakannya itu semata untuk menyindir kehadiran taksi online di Solo.

"Susahnya menarik mobil ini bagai taksi online yang menjerat rejeki kamu, penghasilan berkurang karena taksi online," katanya.

Adapun sorak sorai ratusan sopir taksi terdengar saart Gendon berhasil menarik mobil dengan gigitannya.

Selebrasi sederhana pun ditunjukkan para sopir taksi dengan menjabat tangan Gendon sembari mengucap selamat.

Dari aksi tersebut, keduanya berharap pemerintah memberi keadilan dan menegakkan peraturan dengan tegas. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help