TribunSolo/

Tahun Ajaran Baru, Pedagang Buku di Belakang Sriwedari Solo Keluhkan Minimnya Pembeli

Para pedagang buku di kawasan belakang Taman Sriwedari Solo atau Busri, mengeluhkan minimnya penjualan buku pelajaran.

Tahun Ajaran Baru, Pedagang Buku di Belakang Sriwedari Solo Keluhkan Minimnya Pembeli
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Suasana kawasan Busri, Solo, Selasa (11/7/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO –Para pedagang buku di kawasan belakang Taman Sriwedari Solo atau Busri, mengeluhkan minimnya penjualan buku pelajaran.

Padahal kegiatan belajar mengajar tahun ajaran (TA) baru 2017/2018 sudah mulai pada Senin (17/7) pekan depan. 

Salah seorang pemilik lapak, Hattairin mengatakan sepinya permintaan buku pelajaran sudah terjadi selama 3 tahun terakhir tiap menjelang TA baru.

Padahal, tahun ini libur anak sekolah yang bersamaan dengan Lebaran terbilang panjang waktunya. 

"Sejak 2015 ini pusing, dari tahun ke tahun penjualannya semakin merosot,” ujarnya Selasa (11/7/2017) sore.

“Biasanya pas mudik banyak pemilik kendaraan plat B yang mampir, sekarang sepi."

"Bahkan setelah hari H Lebaran buka dua hari, saya lanjutkan cuti (tutup) lima hari lagi," katanya.

Menurut pria Hattairin, selain perkembangan teknologi informasi (TI) yang menurunkan penjualan buku berformat cetak, faktor utama merosotnya penjualan lantaran kebijakan pemerintah menerapkan standar kurikulum.

Pedagang kebingungan menyediakan stok buku berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 atau Kurikulum 2013 (K13). 

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help