TribunSolo/

Pengelola Objek Wisata Gunung Kemukus Sragen Tak Bisa Tutup Prostitusi Liar

Instruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk menghilangkan praktik prostitusi dan karaoke itu, tidak bisa serta merta dilakukan.

Pengelola Objek Wisata Gunung Kemukus Sragen Tak Bisa Tutup Prostitusi Liar
JOGLOSEMAR.CO
Suasana Kemukus pada saat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengeluarkan kebijakan pembersihan dari tindak asusila, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Penanggung Jawab Pengelolaan Objek Wisata (PJO) Makam Pangeran Samudera (Objek Wisata Gunung Kemukus) di Desa Pendem, Sumberlawang, Kabupaten Sragen, tak mampu menutup karaoke maupun aktivitas prostitusi liar di sekitar Kemukus.

Instruksi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk menghilangkan praktik prostitusi dan karaoke itu,  tidak bisa serta merta dilakukan.

Penanggung Jawab PJO Makam Pangeran Samudera, Marcellus Suparno, mengungkapkan, pihaknya tak menutup mata bahwa sampai saat ini aktivitas prostitusi dan karaoke memang masih ada di Kemukus.

Tetapi, pihaknya kesulitan untuk menutup karena keberadaan mereka sudah di luar areal Objek Wisata Makam Pangeran Samudera.

“Kita nggak bisa (menutup) karena itu tempatnya di luar objek."

"Harus ada kerja sama dengan pemerintah dan pihak yang berwenang menutup,” katanya, Rabu (12/7/2017), di Kemukus.

Ia mengatakan, hasil pendataan pada tes VCT terakhir oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, jumlah PSK di sekitar objek wisata Gunung Kemukus  sekitar 65 orang.

Tentang hasil pendataan Satpol PP awal 2017 yang sempat mencatat jumlah PSK mencapai 200-an orang, pihaknya tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Suparno juga tak menampik bahwa dari hasil VCT memang ada 12 PSK yang sempat ditemukan positif terjangkit HIV/AIDS.

Terkait wacana membersihkan Makam Pangeran Samudera dari praktik karaoke liar maupun PSK, pihaknya sangat setuju. (Joglosemar.co/Wardoyo)

Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help