TribunSolo/

Kasus KTP Elektronik

ICW Minta Setya Novanto Mundur sebagai Ketua DPR Agar Tak Terjadi Penyalahgunaan Wewenang

Partai Golkar kata Donal harus segera melakukan pembenahan internal untuk untuk mengganti pimpinannya yang bermasalah.

ICW Minta Setya Novanto Mundur sebagai Ketua DPR Agar Tak Terjadi Penyalahgunaan Wewenang
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua DPR RI, Setya Novanto. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Setya Novanto jadi tersangka korupsi dalam pengadaan E-KTP.

Indonesian Corruption Watch (ICW) mengapresiasi langkah KPK ini patut diapresiasi.

Karena hal itu menunjukkan keseriusan KPK membongkar dalang persekongkolan pengadaan KTP elektronik yang merugikan keuangan negara 2,3 triliun.

‌‌"Untuk menghadapi proses hukum, Setya Novanto harus mundur sebagai Ketua DPR," ujar Peneliti ICW Donal Fariz.

Baca: Jika Setya Novanto Ajukan Praperadilan, KPK Sudah Siap

Alasan ICW meminta Novanto mundur, agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang sebagai pimpinan lembaga negara.

Karena sebagai Ketua DPR RI Donal menilai Novanto bisa melawan proses hukum.

"Sehingga tidak terjadi konflik kepentingan," jelas Donal.

Baca: Setya Novanto Jadi Tersangka Kasus E-KTP, Golkar Prihatin

Pada saat yang sama, Partai Golkar kata Donal harus segera melakukan pembenahan internal untuk untuk mengganti pimpinannya yang bermasalah.

Selain itu Golkar menurut Donal harus mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK.

"Agar Citra partai tidak semakin terbenam," ungkap Donal. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Artikel di atas sebelumnya dipublikasikan Tribunnews.com dengan judul: ICW: Jadi Tersangka, Setya Novanto Harus Mundur Sebagai Ketua DPR.

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help