TribunSolo/

Kebijakan Pajak Trump Akan Bikin AS Drop Peringkatnya hingga di Bawah Yunani

Adanya fakta mengerikan menjelaskan beberapa hal yang membuat Amerika mendapat peringkat rendah.

Kebijakan Pajak Trump Akan Bikin AS Drop Peringkatnya hingga di Bawah Yunani
DOKUMENTASI TRIBUNSOLO.COM
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

TRIBUNSOLO.COM, PENTAGON  - Rencana reformasi pajak Presiden Amerika Serikat (AS),  Donald Trump, jika jadi ditetapkan, akan meningkatkan kesenjangan antara penduduk AS yang kaya dan yang miskin.

Juga, posisi Amerika Serikat akan turun di bawah Yunani pada ketidaksetaran indeks global yang baru.

Menurut indeks Komitmen untuk Mengurangi Ketidaksetaraan (CRI) yang dikembangkan oleh peneliti di Oxfam dan Pengembangan Finansial Internasional, AS telah membedakan dirinya di antara negara-negara kaya lain dengan tindakan buruknya dalam menangani ketidaksetaraan.

Tetapi jika reformasi pajak Trump benar-benar ditetapkan maka peringkat AS akan semakin turun 6 peringkat dari peringkat 23.

Dengan peringkat spesifik Amerika Serikat dalam kebijakan pajak, akan merosot 33 peringkat dari 26 ke 59, tepat di bawah Peru, Cile dan Sri Lanka.

 
“Saat kita jumpai bahwa negara seperti Portugal dan Slovenia memiliki peringkat lebih tinggi dari Amerika dalam keseluruhan indeks, maka kondisi kekayaan Amerika dalam keadaan yang mengkhawatirkan,” ungkap Wakil  Presiden Politik dan Kampanye Oxfam AS, Paul O’Brien, kepada the Guardian.

Menurut laporan, jika Gedung Putih melampaui anggarannya, nantinya akan memotong pembiayaan pelayanan sosial dan membuat jutaan warga Amerika tak memiliki asuransi kesehatan, maka Amerika akan jatuh di bawah Yunani yang memiliki krisis utang.

Juga, di bawah Spanyol yang mengalami kekosongan pemerintahan selama 10 bulan di tahun 2016, dan Argentina yang mengalami inflasi tinggi.

O’Brien mengatakan bahwa pemahaman secara global mengenai ketidaksetaraan sudah tumbuh secara signifikan dalam dekade terakhir.

Namun kesadaran akan hal ini belum mengarah pada penciptaan kebijakan pemerintah yang meluas.

Halaman
123
Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help