TribunSolo/

Begini Kisah Haru Rina Haryani, Perempuan Asal Sragen yang Menderita Lumpuh Layu

Meski waktu itu sempat dibawa ke rumah sakit Moewardi Solo dan dinyatakan tidak apa-apa oleh dokter, nyatanya Rina tampak semakin parah

Begini Kisah Haru Rina Haryani, Perempuan Asal Sragen yang Menderita Lumpuh Layu
Nova.id/Fajar Sodiq
Tulusnya cinta sang ibunda, Ginem kepada Rina, putri bungsunya yang menderita lumpuh layu selama 25 tahun 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Hanya terbaring lemas di atas lembaran kasur tipis beralaskan keramik.

Rina Haryani (25), perempuan asal Gemolong, Sragen menderita lumpuh layu sepanjang hidupnya.

Hal ini bermula ketika putri dari pasangan Ginem dan Suhari ini tiba-tiba saja terjatuh dan mengalami step saat usianya tiga tahun.

“Sekitar umur tiga tahun itu jatuh kemudian step kejang-kejang lalu panas tinggi. Lalu ya begitu (lumpuh layuh), “ kata sang ibunda, Ginem saat ditemui NOVA.id di kediamannya Kwangen RT 01 RW 04 Ngembatpadas, Gemolong, Sragen beberapa waktu lalu.

Meski waktu itu sempat dibawa ke rumah sakit Moewardi Solo dan dinyatakan tidak apa-apa oleh dokter, nyatanya Rina tampak semakin parah dan tak bisa berjalan.

“Umur tiga tahun sampe tujuh tahun, itu masih sering kejang-kejang,” tambah Ginem.

Sejak saat itu, Rina hanya terbaring lemas dan tak bisa melakukan apa-apa.

Untungnya, sang ibunda masih setia menemani serta merawat anak bungsunya itu.

Tinggal di sebuah rumah dengan tembok triplek berukuran 3 x 10 meter, Rina hidup bersama kedua orangtuanya, sedangkan kelima saudara lainnya diketahui sudah berkeluarga.

Rina dan sang ibunda hidup hanya mengandalkan hasil dari pekerjaan sang ayah, Suhari yang berprofesi sebagai tukang becak.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Tabloidnova.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help