TribunSolo/

Pelari Turki Ramil Guliyev Senang Bisa Kalahkan Beberapa Atlet Terbaik Dunia

Ia mengalahkan pelari Afrika Selatan dan favorit juara, Wayde van Niekerk, yang finis di urutan kedua.

Pelari Turki Ramil Guliyev Senang Bisa Kalahkan Beberapa Atlet Terbaik Dunia
PA
Pelari Turki, Ramil Guliyev. 

TRIBUSOLO.COM, LONDON – Pelari Turki, Ramil Guliyev, secara tak terduga berhasil finis di urutan pertama dan menjuarai nomor 200 meter putra gelaran IAAF World Championships London 2017.

Ia mengalahkan pelari Afrika Selatan dan favorit juara, Wayde van Niekerk, yang finis di urutan kedua, Kamis (10/8/2017).

Ramil Guliyev, kelahiran Azerbaijan, berhasil mempersembahkan emas pertama untuk negara Turki di kejuaraan dunia tahun ini.

Guliyev yang belum pernah memenangkan medali di kejuaraan dunia,  finis di urutan pertama dan meraih medali emas dengan catatan waktu 20.09 detik.

Pelari Afrika Selatan, Wayde van Niekerk, harus puas finis di urutan kedua dengan raihan perak dengan mencatatkan waktu 20.11 detik.

Sebelumnya, Wayde Van Niekerkmeraih medali emas di nomor 400 meter pada hari Selasa (8/8/2017).

Van Niekerk gagal menyamai rekor raihan emas ganda di nomor 200 meter dan 400 meter di kejuaraan dunia atletik.

Rekor itu diraih pelari Amerika Amerika Serikat, Michael Johnson, di kejuaraan dunia atletik tahun 1995 di Gothenburg, Swedia.

Pelari Trinidad dan Tobago, Jereem Richards, berhasil finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 20.11 detik.

Sementara itu, pelari Botswana, Isaac Makwala, yang sempat sakit dan didiagnosa terserang norovirus, gagal menjadi juara setelah hanya finis di urutan keenam.

Guliyev mengungkapkan, dirinya telah menunjukkan yang terbaik selama kompetisi ini.

"Saya sangat senang bisa menjadi juara dunia, ini adalah momen terbaik bagi karier saya."

“Saya bertanding melawan beberapa atlet terbaik di dunia."

"Jadi hal ini tidak mengganggu saya jika banyak perhatian tertuju pada mereka,” katanya. (reuters.com/Achmad Budi Saryadi/Magang TribunSolo.com)

Editor: Junianto Setyadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help