TribunSolo/
Home »

Solo

Bermodal Tali dan Bilah Bambu, Warga Wonosaren Solo Ini Raup Ratusan Ribu Rupiah per Hari

Layang-layang buatan warga Wonosaren, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo, ini diminati banyak warga, terutama kalangan anak-anak.

Bermodal Tali dan Bilah Bambu, Warga Wonosaren Solo Ini Raup Ratusan Ribu Rupiah per Hari
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Pembuat layang-layang, Gatot Suwarto, menyelesaikan layang-layang di rumahnya, Sabtu (12/8/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bermodal tali dan bilah bambu, Gatot Suwarto mampu meraup keuntungan hingga ratusan ribu per hari dari membuat layang-layang.

Layang-layang buatan warga Wonosaren, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo, ini diminati banyak warga, terutama kalangan anak-anak.

Itu karena kertas yang digunakan untuk menutup kerangka layang-layang tersebut gambarnya bervariasi.

Mulai dari kartun, superhero hingga tokoh pewayangan.

"Sebelum direkatkan kertasnya pakai lem, kertasnya saya kasih gambar mulai dari kartun hingga tokoh pewayangan," kata Gatot, di rumahnya, Sabtu (12/8/2017).

Bagi Gatot membuat kerangka layang-layang tidaklah sulit.

Pasalnya, kegiatan itu sudah dia lakoni sejak tahun 1973.

Menurut Gatot, ide atau gagasan membuat layang-layang muncul  dari hobinya menaikkan layang-layang.

"Daripada saya beli layang-layang, uangnya saya pakai untuk membeli bahan untuk membuat layang-layang sendiri," kata dia menjelaskan.

Adapun dalam sehari Gatot mempu membuat 10 hingga 25 buah kerangka layang-layang.

Harganya bervariasi.

Layang-layang berukuran kecil misalnya, ia jual, Rp 5 ribu per buah.

Sedangkan layang-layang ukuran besar,  dijual Rp 10 ribu per buah. (*)

Penulis: Labibzamani
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help