TribunSolo/
Home »

Solo

Faperta UNS dan Universitas dari Turki serta Polandia Gelar Konferensi Bahas Pertanian Berkelanjutan

Konferensi Internasional mengangkat topik bahasan “The 4th Internasinal Conference On Sustainable Agriculture and Environment”

Faperta UNS dan Universitas dari Turki serta Polandia Gelar Konferensi Bahas Pertanian Berkelanjutan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Suasana Konferensi Internasional Lingkungan Hidup dan Pertanian Berkelanjutan di Solo, Kamis-Jumat (10 –11/8/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Selcuk University Turkey dan Warsawa University of Life Science Polandia bekerja sama mengadakan Konferensi Internasional Lingkungan Hidup dan Pertanian Berkelanjutan di Sol0, Kamis-Jumat (10 –11/8/2017).

Konferensi Internasional mengangkat topik bahasan “The 4th Internasinal Conference On Sustainable Agriculture and Environment”.

Konferensi dihadiri Prof. Sarken Ates dari Dept of Animal Rageland Sciences, Oregon State University USA, dengan presentasinya yang bertajuk “Sustainable Development of Smallholder Crop-Livestok Farming in Developing Countries”.

Serta perwakilan dari Turkey dengan mengangkat topik “Investing into Turkey : Agricultural Outlook Investment Environment & Opportunities”.

Dr. Abdul Basit Direktur Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai Pembicara Kunci dengan mengangkat permasalahan “Strategi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia”.

"Konferensi ini memiliki upaya untuk mengidentifikasi gagasan, praktik dan kebijakan yang membentuk konsep pertanian berkelanjutan,"kata steering committee konferensi, Mithat Direk dalam sambutannya.

Selain itu, konferensi berupaya menyarankan langkah-langkah praktis yang sesuai bagi mereka dalam bergerak menuju pertanian berkelanjutan.

”Kebijakan baru diperlukan untuk secara simultan mempromosikan kesehatan lingkungan, profitabilitas ekonomi, dan keadilan sosial dan ekonomi, "katanya.

Misalnya, program dukungan komoditas dan harga dapat direstrukturisasi untuk memungkinkan petani menyadari manfaat penuh dari keuntungan produktivitas yang dimungkinkan melalui praktik alternatif.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help