TribunSolo/

Saksi Kasus Korupsi Akil Mochtar Ini Mengaku Diberi KPK Rp 500 Juta Saat di Safe House

Saat ditanya alasan pemberian uang tersebut, Miko menjawab uang diberikan lantaran dirinya telah menjadi saksi.

Saksi Kasus Korupsi Akil Mochtar Ini Mengaku Diberi KPK Rp 500 Juta Saat di Safe House
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
Saksi kasus korupsi mantan Ketua Mahkmah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa alias Miko. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Saksi kasus korupsi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa alias Miko, mengaku diberi uang sebesar Rp 500 juta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengaku mendapat uang tersebut selama menjadi saksi dan ditempatkan di safe house (rumah aman) milik KPK.

"Sebanyak Rp 500 juta ini berangsur diberikan," ujar Miko di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/8/2017).

"KPK pernah transfer ke saya sebesar Rp 1,4 juta."

Baca: Bersama Farhat Abbas, Elza Syarief Datangi KPK untuk Diperiksa dalam Kasus E-KTP

Saat ditanya alasan pemberian uang tersebut, Miko menjawab uang diberikan lantaran dirinya telah menjadi saksi.

Ia menyatakan, dirinya ditugasi untuk mencari teman di perusahaan tempatnya bekerja untuk menjadi saksi palsu.

"Saya tugasnya hanya mengambil para saksi mana teman-teman karyawan di perusahaan yang bisa ikut kerja sama dengan saya."

"Mana saksi yang bisa diarahkan saya arahkan di persidangan."

Baca: Saksi Kunci Kasus KTP Elektronik Dikabarkan Tewas karena Bunuh Diri di Los Angeles

"Di rumah ini semua disketsa begitu," kata dia.

Adapun Jumat kemarin Miko dibawa Pansus Angket KPK untuk menunjukkan safe house milik KPK yang ada di Depok, Jawa Barat, dan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Miko menyebutkan safe house itu digunakan untuk mengkondisikan kesaksian palsu selama dirinya menjadi saksi dalam kasus suap sengketa pilkada dengan tersangka Akil Mochtar. (Saksi Akil Mochtar Mengaku Diberi Rp 500 Juta Selama di "Safe House"/Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help