TribunSolo/

Kemenag Identifikasi Biro Perjalanan Umrah Abal-abal

Kementerian Agama (Kemenag) mengidentifikasi ada empat biro perjalanan umrah yang diduga melakukan praktik penipuan layaknya First Travel

Kemenag Identifikasi Biro Perjalanan Umrah Abal-abal
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Calon jemaah umrah mendatangi kantor pengelola biro jasa umrah First Travel di Cisalak, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017). 

TRIBUNSOLO.COM - Masyarakat perlu hati-hati dan jeli menerima tawaran berangkat umrah dengan iming-iming promo murah.

Sebab bisa jadi promo umrah super murah merupakan praktik penipuan.

Seharusnya kasus First Travel jadi pelajaran berharga bahwa tawaran biaya umrah super murah tidak bisa begitu saja dipercayai.

Nasib 35.000 calon jemaah yang kadung membayar promo umrah murah justru tak bisa berangkat ke tanah suci.

Namun First Travel bukan satu-satunya.

Disinyalir masih banyak biro perjalanan umrah yang melakukan praktik penipuan kepada calon jamaah dengan intrik promo umrah murah.

Kementerian Agama (Kemenag) mengidentifikasi ada empat biro perjalanan umrah yang diduga melakukan praktik penipuan layaknya First Travel.

Bahkan surat keputusan pencabutan izinnya sedang siapkan.

"Ada dua di antaranya sudah memenuhi syarat untuk dicabut," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Agama Matsuki di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Dalam kasus First Travel, biro perjalanan umrah itu menawarkan promo umrah murah Rp 14,3 juta, di bawah harga normal sekitar Rp 20 juta-an.

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help