TribunSolo/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Dugaan Penipuan First Travel

Polisi Temukan Informasi Bos First Travel Investasi Rumah Makan di Luar Negeri

Polisi meminta Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dari rekening tersebut.

Polisi Temukan Informasi Bos First Travel Investasi Rumah Makan di Luar Negeri
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri merilis kasus penipuan jamaah umroh dengan tersangka pemilik First Travel, Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan Siti Nuraida alias Kiki, Selasa (22/8/2017) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, penyidik belum menemukan adanya aliran dana dari PT First Travel ke koperasi Pandawa Grup.

"Kalau untuk Pandawa, belum kami terima informasi," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/8/2017).

Menurut Rikwanto, penyidik tengah menyelidiki 31 buku tabungan yang disita terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh bos First Travel tersebut.

Polisi meminta Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dari rekening tersebut.

"Masih kami lacak terus ke mana saja uang itu mengalir, apakah hanya dipakai pribadi, masih ditabung atau masih investasi ke bentuk usaha lain," ucap dia.

"Terakhir kita dapatkan informasi mereka investasi rumah makan di luar negeri, ini masih kami dalami semua secara rinci," kata dia lagi.

Dalam kasus ini, Direktur Utama First Travel Andika Surachman diduga merupakan pelaku utama dalam melakukan penipuan dan penggelapan uang.

Ia dibantu istrinya, Anniesa Hasibuan dan adik iparnya, Siti Nuraidah Hasibuan.

Modusnya yakni menjanjikan calon jemaah untuk berangkat umrah dengan target waktu yang ditentukan.

Namun, hingga batas waktu tersebut, para calon jemaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help