TribunSolo/

Menjajal Kicikan, Olahan Daging Sapi Warisan Leluhur Khas Gunungkidul

Sebagai salah satu gudang ternak di DI Yogyakarta, sapi banyak dijumpai di Kabupaten Gunungkidul.

Menjajal Kicikan, Olahan Daging Sapi Warisan Leluhur Khas Gunungkidul
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Kicikan, kuliner khas Gunungkidul, DI Yogyakarta dijajakan di Pasar Tradisional. 

TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Sebagai salah satu gudang ternak di DI Yogyakarta, sapi banyak dijumpai di Kabupaten Gunungkidul.

Salah satu produk hasil olahan daging sapi yang dikenal nama kicikan.

Kuliner ini konon berasal dari Padukuhan Banjardowo, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Kicikan adalah masakan campuran daging dan jeroan sapi yang telah dicacah, diolah sedemikian rupa menjadi kuliner yang lezat, dengan kuah yang gurih.

Campuran cacahan daging dan jeroan tersebut dimasak dengan bumbu kicik.

"Masakan kicikan sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan turun temurun dimasak oleh warga," kata salah seorang tokoh desa di Padukuhan Banjardowo, Suradji Rachmat, Minggu (20/8/2017).

Baca: Warga Gunungkidul Upacara Bendera di Bawah Laut untuk Peringati Kemerdekaan RI

Memiliki rasa gurih, dan rasa mirip tongseng, jika ingin ada sensasi pedas, penikmat bisa menambahkan sambal bawang.

Kicikan sebagai lauk, dan dimakan menggunakan nasi beras merah, dipadukan dengan sambal bawang.

"Jika tongseng menggunakan merica atau cabai mentah, kicikan dengan sambal bawang," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help