TribunSolo/

Hari Raya Iduladha 2017

Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ternyata Cuma Mitos, Ini Penjelasannya

Selain itu, untuk zat besi, daging kambing juga lebih banyak dengan 3,73 gram, sedangkan daging sapi hanya 2,24 miligram.

Daging Kambing Bikin Darah Tinggi? Ternyata Cuma Mitos, Ini Penjelasannya
BANGO
Sate Kambing 

TRIBUNSOLO.COM -- Salah satu bagian dari hari Iduladha yang tak boleh dilewatkan adalah menyantap daging kambing dan sapi bersama keluarga dan teman.

Sayangnya, tidak semua orang dapat menikmati daging kambing dengan nyaman.

Salah satu hal yang ditakutkan adalah naiknya tekanan darah akibat memakan daging kambing.

Apakah hal itu mitos atau merupakan fakta medis?

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengatakan, datangnya penyakit darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing hanyalah mitos.

Baca: Laporkan Jonru ke Polisi, Muannas: Enggak Ada Urusan dengan Nasdem

Bahkan, kata dia, mengunyah satu kilogram daging kambing pun tak akan mendatangkan darah tinggi.

"Kambing cukup sehat asal dagingnya saja, bukan dibarengi dengan jeroan, babat, otak, dan usus,” kata Johanes saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/8/2017).

Johanes menuturkan, daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah.

Dalam takaran 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan daging sapi 7,72 gram.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help