TribunSolo/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Dugaan Penipuan First Travel

Ketua MUI Inginkan Bos First Travel Dihukum Setimpal Agar Ada Efek Jera

Rois am PBNU itu pun kemudian menambahkan bahwa dalam agama Islam, tentunya ada ganjaran bagi para pelaku penipuan dan juga pencurian.

Ketua MUI Inginkan Bos First Travel Dihukum Setimpal Agar Ada Efek Jera
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Ketua Umum MUI KH Maruf Amin di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (27/7/2017) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengatakan para pemilik layanan jasa umroh First Travel harus mendapatkan hukuman atas penipuan yang telah mereka lakukan.

Hukuman tersebut menurutnya harus diterapkan lantaran pasangan suami istri pemilik First Travel yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta seorang adiknya, Kiki Hasibuan alias Siti Nuraidah Hasibuan telah menipu puluhan ribu calon jamaah umroh.

"Kalau dia terbukti menipu jemaah, ya harus diberikan hukuman yang setimpal," ujar Ma'ruf, saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9/2017).

Baca: Ini Alasan Polisi Ingin Periksa Artis-artis yang Diduga Kerja Sama dengan First Travel

Ia menilai, jika mereka tidak mendapatkan hukuman yang sesuai dengan aksi kriminal yang mereka lakukan, maka nantinya bisa saja muncul kembali aksi penipuan berkedok layanan jasa umroh.

"Kalau tidak (dihukum), nanti bisa terjadi lagi hal-hal seperti itu," kata Ma'ruf.

Rois am PBNU itu pun kemudian menambahkan bahwa dalam agama Islam, tentunya ada ganjaran bagi para pelaku penipuan dan juga pencurian.

"Ya ada (hukumannya dalam islam), pastilah kalau menipu ada hukumannya, mencuri ada hukumannya," kata Ma'ruf.

Kendati demikian, ia memahami bahwa negara ini merupakan negara hukum.

Sehingga proses hukum yang akan diterapkan bagi pelaku kriminal tentunya harus berdasar pada aturan hukum Indonesia, bukan pada aturan agama.

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help