TribunSolo/

FISIP UNS Solo Sosialisasikan Tutorial Indonesia Raya

Hal ini menjadi penting untuk dilaksanakan karena selama ini cara serta sikap dalam menyanyikan Lagu Indonesia Raya berbeda-beda

FISIP UNS Solo Sosialisasikan Tutorial Indonesia Raya
TribunSolo.com/Imam Saputro
Para pembicara Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan (kanan), Kepala Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Cabang Surakarta, Lokananta, Miftah C. Zubir(tengah), dan dosen FISIP UNS Akhmad Ramdhon (kiri) dalam sosialisasi Tutorial Indonesia Raya di FISIP UNS, Rabu (6/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) Surakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyosialisasikan Tutorial Indonesia Raya kepada mahasiswa, Rabu (6/9/2017).

Diskusi yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menghadirkan Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, Kepala Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Cabang Surakarta, Lokananta, Miftah C. Zubir, dan dosen FISIP UNS, Akhmad Ramdhon.

"Sosialisasi ini sebagai langkah lanjutan setelah perekaman Indonesia Raya sesuai standar," kata Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, Rabu (6/9/2017).

Sosialisasi ini, kata Restu, diharapkan bisa menyebarluaskan Indonesia Raya versi tiga stanza yang sesuai standar baku.

Tutorial Indonesia Raya ini merupakan program sosialisasi yang kali pertama digelar.

Baca: Rutan Kelas I Solo Siap Terima Pindahan Narapidana Rutan Salemba, Jakarta

Berikutnya kegiatan serupa akan dilangsungkan di daerah lain di Tanah Air.

Restu mengatakan, pemerintah telah merekam ulang Indonesia dalam lima versi yakni piano, unisono, fanfare, orkes simponi, dan orkes harmoni.

Hal ini menjadi penting untuk dilaksanakan karena selama ini cara serta sikap dalam menyanyikan Lagu Indonesia Raya berbeda-beda.

Apakah pada upacara kenegaraan, ataupun pada penyelenggaraan upacara di tingkat yang lebih rendah, seperti upacara 17 Agustus di tingkat kelurahan dan sekolah.

Tidak seragamnya notasi dan standar yang digunakan menjadikan struktur Lagu Indonesia Raya berubah-ubah.

Padahal, sebagai identitas bangsa, lagu kebangsaan mutlak memiliki aturan baku terkait dengan struktur lagu maupun juga sikap menyanyikan serta dalam mendengarkannya.

"Kegiatan Tutorial Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ini antara lain adalah rekaman lagu Indonesia Raya, di mana lagu ini akan didistribusikan secara meluas ke masyarakat di seluruh penjuru nusantara,” tambah Kepala Cabang PNRI Lokananta, Miftah C Zubir.

Harapannya adalah lagu kebangsaan ini memiliki standar baku dalam memainkan serta menyanyikannya. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help