TribunSolo/

Ini Penyebab Terapi Bayi Penderita Kaki Pengkor Terhambat

Frekuensi penderita CTEV masih tinggi di masyarakat. Perbandingannya, dari 1000 kelahiran hidup, ada satu bayi yang lahir dalam keadaan pengkor.

Ini Penyebab Terapi Bayi Penderita Kaki Pengkor Terhambat
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Seminar Deteksi Dini Kelainan Bawaan dan Penanganan Kaki Pengkor, di Aula RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta, Jumat (8/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bayi penderita Congenital Talipes Equinus Varus (CTEV) atau kaki pengkor sering terlambat untuk ditangani.

Hal tersebut menyebabkan hasil dari terapi cenderung tidak optimal.

Bahasan itu mengemuka dalam Seminar Deteksi Dini Kelainan Bawaan dan Penanganan Kaki Pengkor, di Aula RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Surakarta, Jumat (8/9/2017).

Ia mengatakan frekuensi penderita CTEV masih tinggi di masyarakat.

Perbandingannya dari 1000 kelahiran hidup, ada satu bayi yang lahir dalam keadaan pengkor.

“Banyak diantara penderita kaki pengkor yang datang ke rumah sakit agak terlambat karena datang setelah menderita lebih dari dua minggu, bahkan setelah 35 hari atau tiga bulan menderita,” jelas dr Anung B Satriadi SpOT (K).

Keterlambatan penanganan terhadap penderita kaki pengkor, menurut dr Anung, menyebabkan terapi menjadi lebih sulit.

Dan hasilnya juga tidak sebagus bila ditangani lebih dini.

“Idealnya penanganan kaki pengkor ditangani sejak bayi lahir hingga seminggu usianya,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help