TribunSolo/
Home »

Solo

Rapat di Kantor Wantimpres, Jakarta, Surat Kuasa Batal Lagi Ditandatangani PB XIII

Dihubungi wartawan, adik raja, KGPH Suryo Wicaksono alias Neno, mengatakan, ada sedikit perubahan dalam agenda rapat Rabu ini.

Rapat di Kantor Wantimpres, Jakarta, Surat Kuasa Batal Lagi Ditandatangani PB XIII
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Kori Kamandungan Lor, Keraton Solo, Minggu (10/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rapat lanjutan pengelolaan Keraton Solo yang berlangsung di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta, Rabu (13/9/2017) kembali tak membuahkan hasil pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT). 

Rapat dipimpin oleh anggota Wantimpres, Subagyo HS.

Lantaran tak membuahkan hasil, rapat membahas pembentukan UPT untuk mengelola keraton itu akan diadakan lagi pada 2 Oktober 2017 mendatang.

Dihubungi wartawan, adik raja, KGPH Suryo Wicaksono alias Neno, mengatakan, ada sedikit perubahan dalam agenda rapat Rabu ini.

"Pak Wantimpres bilang Sinuhun (Paku Buwono XIII) telah menemui (Subagyo) di kediaman beliau di Yogyakarta Senin (11/9/2017) menanyakan kejelasan UPT," ulas Neno.

Lanjutnya, raja Paku Buwono (PB) XIII setuju ingin bekerja sama dengan pemerintah asalkan diberi waktu dengan membentuk Tim Asistensi.

"Sinuhun setuju (bekerja sama dengan UPT pemerintah) sehingga akan ada pertemuan lanjutan awal Oktober nanti," kata dia.

Neno mengaku kaget ada dua sosok yang mengaku sebagai kuasa hukum dan wakil PB XIII.

Yakni Ferry  Firman Nur Wahyu dan Dhani Narsugama Hadiningrat.

Dirinya juga berang saat wakil PB XIII itu membacakan anggota yang terlibat dalam Tim Asistensi tidak menyertakan nama KGPA Tedjowulan.

Menurutnya, Tedjowulan harus ikut dalam tim tersebut karena kapasitasnya sebagai Maha Menteri pendamping raja yang diatur dalam Keppres 23 Tahun 1988 dan SK Mendagri yang dibacakan 22 April 2017 lalu saat Jumenengan PB XIII.

Akhirnya, rapat yang berlangsung dua jam mulai 14.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut membuahkan hasil Tedjowulan yang berhalangan hadir karena sakit lalu disetujui Wantimpres terlibat dalam Tim Asistensi.

Rapat selanjutnya akan diadakan di Sasana Narendera, kompleks Keraton Solo, pukul 13.00 WIB, 2 Oktober 2017.

Neno berharap, pertemuan selanjutnya nanti akan dapat memperoleh hasil baik hingga berujung pada pembentukkan UPT pengelola keraton. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help