TribunSolo/
Home »

Solo

USB Solo Lantik 155 Apoteker Baru

Para Apoteker Baru USB bisa menjunjung tinggi etika dan sumpah profesi, serta dapat memelihara nama baik almamater

USB Solo Lantik 155 Apoteker Baru
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Apoteker USB Surakarta saat diambil sumpah apotek di Gedung Wanita Solo, Rabu (13/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 155 Apoteker Universitas Setia Budi (USB) Surakarta dilantik dan disumpah di hadapan Dekan Fakultas Farmasi, Ketua Komite Farmasi Nasional, dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia, di Gedung Wanita Sasana Krida Manahan Surakarta, Rabu (13/9/2017).

Pelantikan dan pengambilan Sumpah ini adalah yang ke-32 bagi Program Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi.

"Prosesi pengambilan sumpah ini merupakan yang ke 32 dan diikuti 155 Apoteker," kata Ketua Prodi Apoteker Fakultas Farmasi USB, Dewi Ekowati, M.Sc., Apt. dalam Laporan Pendidikan pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXXII.

Sampai saat ini Program Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi telah menghasilkan lulusan sebanyak 3.469 Apoteker.

Para apoteker yang dilantik dan disumpah, sudah menempuh kegiatan akademik selama 2 semester dan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA).

"Serta ujian komprehensif yang meliputi bidang Rumah Sakit dan Industri serta bidang Apotek," tambah Dewi.

Sementara itu Rektor Universitas Setia Budi Surakarta, Dr. Ir. Djoni Tarigan, MBA., dalam sambutannya meminta para Apoteker Baru USB bisa menjunjung tinggi etika dan sumpah profesi, serta dapat memelihara nama baik almamater.

Dikatakan Djoni, sesuai regulasi dari pemerintah maka Universitas Setia Budi juga telah menjalankan kebijakan terkait UKAI (Uji Kompetensi Apoteker Indonesia).

UKAI merupakan penerapan system uji kompetensi secara nasional pada tahap akhir pendidikan apoteker untuk mengukur pencapaian kompetensi calon lulusan dalam ranah pengetahuan (kognitif), ketrampilan (psikomotor), serta sikap dan perilaku.

Dengan adanya UKAI diharapkan dapat meminimalkan variasi pencapaian mutu kompetensi lulusan agar memenuhi standar kompetensi kerja dan untuk memperoleh sertifikat kompetensi Apoteker Indonesia.

Rektor mengungkapkan, bahwa untuk mempersiapkan UKAI, USB berupaya memasukkan mata kuliah uji kompetensi di dalam kurikulum Apoteker.

Selain itu USB juga mempersiapkan sarana prasarana pendukung berupa laboratorium Computer Based Test (CBT).

Serta ruangan khusus untuk Objective Structure Clinical Examination (OSCE) untuk menilai kemampuan komunikasi dan praktek calon Apoteker.

"Sehingga diharapkan semua mahasiswa yang dididik oleh program studi profesi apoteker USB mampu menyelesaikan pendidikan dan menjadi tenaga professional apoteker yang memenuhi standar nasional," kata Rektor. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help