TribunSolo/

Dituntut Hukuman Mati Jelang Vonis, Kurir Sabu-sabu Bersimpuh di Kaki Ibunya hingga Berurai Air Mata

Mereka terlihat berbisik sembari menangis dan Irwantoni terlihat beberapa kali menyeka air mata ibunya yang baru saja tiba dari luar kota.

Dituntut Hukuman Mati Jelang Vonis, Kurir Sabu-sabu Bersimpuh di Kaki Ibunya hingga Berurai Air Mata
tribun medan/mustaqim
Terdakwa kasus kepemilikan sabu seberat 270 kg, Irwantoni menangis bersimpuh di kaki ibu kandungnya sebelum menjalani persidangan di Ruang Cakra II, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/9/2017). 

TRIBUNSOLO.COM, MEDAN - Suasana haru pertemuan ibu dan anak berlangsung di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu, (13/9/2017).

Terdakwa kasus kepemilikan 270 kg sabu, Irwantoni terus menerus memeluk kaki dari Iyem, ibu kandungnya sebelum menjalani persidangan dengan agenda putusan hukum yang akan disampaikan hakim.

Sebelumnya JPU sudah menuntut Irwantoni dengan pidana hukuman mati.

Begitu Iyem yang diketahui baru tiba dari Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan subuh pagi tadi memasuki ruang sidang, Irwanto langsung memeluk wanita yang melahirkannya tersebut.

Bahkan Irwantoni langsung bersimpuh di kaki ibunya yang mengenakan baju terusan hijau motif bunga dan jilbab hitam.

Baca: Bayi Sebaiknya Jangan Terlalu Sering Dimandikan, Ini Alasannya

Mereka terlihat berbisik sembari menangis dan Irwantoni terlihat beberapa kali menyeka air mata ibunya yang baru saja tiba dari luar kota.

"Maaf ya mak, bukan aku bosnya, Ayau semua dan dia yang duluan mati," ujar Irwantoni sembari memeluk kaki ibunya.

Bahkan, ketika seorang petugas Pengawal Tahanan (Waltah) coba memisahkan keduanya, karena Irwantoni akan dikembalikan ke ruang tahanan sementara dari Ruang Cakra II PN Medan, Irwantoni langsung histeris dan berteriak.

Hal itu terjadi karena majelis hakim yang menyidangkan kasus ini masih bersidang dalam perkara lainnya.

Baca: Hasil Liga Champions: Firmino Gagal Penalti, Liverpool Tertahan di Kandang Sendiri

"Jangan pisahkan aku, aku mau sama mamakku, jarang kami jumpa," teriaknya sambil berurai air mata.

Hujan air mata antara ibu dan anak itu pun akhirnya menjadi tontotan pengunjung yang kebetulan memiliki aktivitas di PN Medan. (Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya)

Artikel di atas telah dipublikasikan Tribun Medan dengan judul: Mengharukan, Ekspresi Terdakwa Kasus 270 Kg Sabu yang Dituntut Hukuman Mati Jelang Vonis.

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help